Skip to main content

Posts

Showing posts with the label bhs

KOMUNITAS SKK ANTARA PERCAYA VS IMAN - Ngopi Time - LAHAT, 01 Maret 2026.

Percaya dan iman dalam keseharian kita sering digunakan secara bergantian. Walaupun demikian sesungguhnya ada perbedaan dalam makna dan tindakan yang mengikutinya. Ketika menikmati kopi menunggu berbuka , Opa secara khusus membahas bagaimana seharusnya Komunitas SKK mengambil sikap antara percaya dan iman.      IMAN BAGI KOMUNITAS SKK   Yang membedakan percaya dan iman terletak pada mengerti. Percaya mengandalkan pengertian. Ketika cocok dengan pengertian kita maka kita akan percaya. Kebanyakan kita terjebak pada kecenderungan untuk mendasarkan diri pada pengertian. Dan kecenderungan ini juga menghambat banyak dari kita bertumbuh dalam komunitas SKK. Kita bahkan gagal bertumbuh karena memaksakan kecenderungan untuk mengerti padahal Opa menegaskan bahwa sebenarnya kebanyakan kita juga cenderung tidak total mengerti. Sudah kurang sempurna dalam pengerti...

CAHAYA NILAI SKK UNTUK ANAK-ANAK SKK part2 - BHS TDM 21 Jan 2026

Secara  fisik anak-anak SKK  sudah  memanen hidup sehat.  Tugas  selanjutnya sebagai orang tua  adalah  menghadirkan cahaya nilai SKK  ke dalam  hidup anak-anak kita.  Ini  perlu  menjadi  perhatian utama para orang tua  dalam  Komunitas SKK.  Berikut  beberapa nilai penting  yang  perlu ditanamkan sejak dini.      ANAK BUKAN OBJEK AJAR MELAINKAN SUBJEK BELAJAR   Disadari  atau  tidak  kebanyakan  kita sebagai orang tua  menempatkan  anak-anak kita sebagai objek  yang  harus terus dijejali  dengan  berbagai ajaran  dan  nasehat.  Kita  sering menempatkan anak sebagai orang  yang  belum tahu apa-apa.  Kita  kurang memberi ruang belajar bagi anak,  padahal  ruang itu sangat diperlukan anak  agar  belajar nilai-nilai luhur sejak kecil.  Sebagai...

HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT YANG MANJUR - BHS TDM 26 Jan 26

 Mengelola kesehatan  sejatinya  tidak melulu melalui tindakan medis.   Kesadaran  ini  bukan baru muncul belakangan ini.  Sudah  sejak abad ke 10 SM,  sejak  jaman Raja Salomo sekitar tahun 970-930 SM,  kesadaran  akan kondisi hati menentukan kesehatan  terbaca dalam  Kitab Amsal 17:22,     “Hati yang gembira adalah obat yang manjur.”    Tidak  sekedar obat  bahkan  lebih lagi sebagai obat yang manjur.  Sore ini  Opa  mencerahkan  komunitas SKK  tentang  bagaimana hati  menentukan  kualitas kesehatan kita.   HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT YANG MANJUR  Kutipan  Amsal 17:22  di atas  memperlihatkan bagaimana hati memainkan peran sangat penting  dalam  mengelola kualitas kesehatan kita.   Gembira  tidaksama  dengan tertawa  bahkan  sampai cekikikan sekalipun.  Sesungguhnya ...

HATI MENUNTUN MENUJU TUJUAN HIDUP MELALUI MAKNA HIDUP - BHS TDM 10 Feb 2026

*Kita sudah pasti menerima* bahwa *manusia tidak saja memiliki tubuh* melainkan *terutama *memiliki jiwa.* *Fakta ini* tidak serta merta *membuat kita memberi perhatian minimal berimbang* antara *tubuh* dan *jiwa.* *Kenyataannya* sebagian besar *perhatian kita tercurah* pada *tubuh.* Melalui BHS SKK *Opa* selalu *menarik kita memberi perhatian terutama* pada *jiwa* sebagaimana pesan Opa sore ini.   *JIWA MENUJU TUJUAN HIDUP MELALUI MAKNA HIDUP* *Isi pikiran manusia umumnya berasal* dari *dua sumber informasi.* Kedua sumber informasi ini *sejalan dengan dua unsur* yang *membentuk manusia* yaitu *tubuh* dan *jiwa.* *Tubuh manusia* berasal *dari tanah* dan *akan kembali ke tanah* sebaliknya *sisi lain dari manusia* yaitu *jiwa tidak berasal dari tanah* dan *akan kembali ke asalnya* yang *ilahi.* Dengan *mekanisme belajarnya tubuh mengumpulkan informasi* demikianpun *jiwa mengumpulkan informasi* dengan *mekanisme belajarnya.* Yang *dihimpun oleh tubuh* pada dasarnya *informasi* ya...

TOBAT’ ITU OBAT ORGANIK, DAN ‘JALANI SAJA’ ITU AUTOPHAGY SPIRITUAL, BHSO 21 Feb 2026

*_Hidup untuk makan_* merupakan *prinsip hidup manusia lama* dan *sudah melahirkan berbagai penderitaan* bagi *dunia* dan *manusia.* *Opa,* dalam BHSO kali ini, *mengajak kita hidup* dengan *semangat berbeda,* *_makan untuk hidup._* Bagaimana *makan untuk hidup* yang *benar akan diperjelas opa* dalam *pertemuan BHSO kali ini.*  *TOBAT DAN AUTOPHAGY KUNCINYA* *Sesungguhnya makan* adalah *aktivitas yang tidak terpisahkan* dari *hidup manusia.* *Fakta menyajikan dengan sangat gamblang* bahwa *kebanyakan kita mengalami sakit* dan *berbagai penderitaan* bukan *kaena tidak makan* melainkan *karena makan.*  Maka *Opa mengajak kita menghidupi prinsip dasar* yang *benar tentang makan.* Semangat *hidup untuk makan* harus *kita tinggalkan* dan *kita seharusnya bergerak* pada *semangat makan untuk hidup.* Sudah *jelas prinsip hidup untuk makan* telah *membawa manusia jauh dari kondisi* yang *kita sebut sehat.* Pola *seperti ini berorientasi* pada *makan bukan pada hidup.* SKK *terus hadir...

HATI IBARAT PENGEMUDI DIRI - BHS TDM - 28 Jan 2026

*Opa* dalam setiap kesempatan *terus menegaskan* bahwa *manusia terdiri* dari *tubuh* dan *jiwa.* Ketika *dunia memberi perhatian lebih* pada *tubuh,* *Opa* melalui *BHS bagi Komunitas SKK* terus *mengajak kita memberi perHATIan pertama* dan *terutama pada jiwa.* Sore ini *Opa kembali memberi pesan penting* untuk *memberi HATI* pada *jiwa.*    *JIWA ITU DRIVER DIRI* *Manusia sesungguhnya terdiri* atas *tubuh* dan *jiwa.* Ibarat mobil *jiwa itu drivernya.* Jika *drivernya mabuk* maka *mobil akan menghadirkan kehancuran* karena *menabrak semua hal di luar jalurnya.* Yang *hancur bukan hanya benda yang ditabrak,* *mobilnya* sendiri juga *ringsek.* *_Jiwa itu abadi, jiwa tidak mati._* Agar *driver membawa mobil pada jalur yang benar* dan *menolong tidak hanya dirinya sendiri* melainkan juga *orang lain* maka *driver perlu diberi perhatian lebih.* *Driver* perlu *diberi makanan bernutrisi baik* dan *lengkap* agar *benar-benar mampu mengemudi diri menuju tujuan hidup.*  Jika *j...

BELAJAR DARI PENGALAMAN NDE (NEAR-DEATH EXPERIENCE) - BHS TDM 29 Januari 2026

*Near-Death Experience (NDE)* adalah *pengalaman mendekati kematian* atau *lebih kita kenal* dengan istilah *mati suri.* Kondisi ini *biasanya dialami ketika orang* dalam *kondisi kritis, sekarat,* atau *mati klinis.* Sore ini *Opa mengajak Komunitas SKK* agar *belajar dari pengalaman orang yang pernah mengalami NDE* atau *mati suri* agar *lebih memaknai hidup.*     *HIDUP MENURUT PENGALAMAN ORANG MATI SURI* Sudah *banyak buku yang menuliskan kisah orang mengalami* peristiwa *Near-death experience (NDE)* atau *mati suri.* Opa menegaskan *tujuan kita membaca kisah seperti ini* karena *sudah saatnya memberi perHATIan lebih* pada *jiwa.* Selama ini *sebagian besar kita mencurahkan hampir seluruh hidup kita* hanya *berfokus pada tubuh.* Sebagaimana sejauh ini *moto men sana in corpore sano* mengubah *pola hidup dunia* dengan *menitikberatkan pada sehat tubuh,* komunitas *SKK pun seharusnya* menjadikan *Corpus Sanum in Mentem Sanam* menjadi *arus perubahan baru* yang *memberi ...

FIDELIS USQUE AD PROBATIONEM , SETIA SAMPAI TERBUKTI, BHSO Lembata 14 Feb 2026

Dalam *BHSO SKK Wilayah LEMBATA*  kali ini *Opa mengutip ayat* dari *_Injil Lukas 6:41-42._* Kutipan ini berkisah ketika *Yesus menegur Kaum Farisi* dengan *pertanyaan retoris* mengapa *kamu melihat selumbar di mata saudaramu* sedangkan *_kamu mengabaikan balok di matamu sendiri._* *Opa menegaskan* bahwa *balok inilah* yang *menjadikan kita gagal mengelolah hidup secara baik.* Ketika *gagal mengelola hidup* maka *kita akan memanen berbagai kemalangan.* Kemalangan *menyata dalam berbagai wajah* seperti *sakit, rumah tangga tidak lagi damai, relasi yang rusak* dan *kenyataan minor* lainnya. *Opa* melalui *BHSO SKK LEMBATA dan sekitarnya* kali ini  *membuka jalan agar kita terbebas dari berbagai* bentuk *‘balok’* yang *akan bermuara pada kegagalan mengelola hidup.* *Kita diajak* untuk *setia pada pola hidup ala SKK* sampai *memanen pembuktian* seperti kata pepatah *Fidelis Usque Ad Probationem* = *setia sampai terbukti.* *MENGENALI BALOK DALAM DIRI* *Selumbar* dan *balok* memang ...

MENG-HIDUP-I DOA BAPA KAMI - BHS Medan - 1 November 2025

  BHS di Medan kali ini diawali dengan ajakan Opa untuk memaknai kembali Doa Bapak Kami dari ajaran Kristiani. Karena sering dan selalu didaraskan kebanyakan kita tidak lagi menyadari makna yang sangat mendalam dari Doa yang diajarkan sendiri oleh Yesus. Opa menjelaskan kedalaman makna Doa Bapak Kami untuk kita jadikan pedoman dalam keseharian kita.   MENG-HIDUP-I  DOA 'BAPAK KAMI.'  Sejak awal Opa mengingatkan bahwa Bimbingan Hidup Sehat dari Komunitas SKK bersama Opa merupakan bimbingan hidup sehat menurut ukuran Allah. Kali ini Opa menjelaskan salah satu cara mengerti ukuran Allah dalam BHS dengan memaknai Doa Kristiani Doa Bapak Kami yang universal nilainya. (1). Melalui Doa 'Bapak Kami' kita mengakui bahwa Allah itu ada dan Allah itu baik adanya. Salah satu bukti kebaikanNya adalah melimpahkan situasi Kerajaan Surga kedalam dunia yang di dalamnya kita hidupi. Kita memohon datangnya Kerajaan dan Kehendak Allah terjadi di bumi seperti atau sama persis di dala...

MERAWAT BAIT ALLAH - BHS Jayapura - 9 November 2025

Hari ini Gereja sejagat merayakan Pemberkatan induk Gereja sejagat Basilika St. Yohanes Latheran. Berkenaan dengan perayaan hari ini bacaan-bacaan Hari Minggu ini berbicara tentang Bait Allah.  Opa kali ini memberi beberapa nilai penting dari bacaan hari ini untuk hidup kita.   MERAWAT BAIT ALLAH.  Bait Allah sejatinya adalah tempat sumber mengalir rahmat kasih yang menghidupkan bagi semua ciptaan. Aliran kasih yang menghidupkan alam bahkan menjadikan asinnya Laut Mati tanpa kehidupan menjadi  tawar dengan berbagai kehidupan baru. Bait Allah yang dimaksudkan dalam bacaan Injil adalah Yesus sendiri. Bait Allah dibangun dengan fondasi kasih dan semua yang mengalir dari Bait Allah adalah kasih. Dalam ajaran Kristiani kita semua adalah  Bait Allah. Yesus telah mendasari Bait Allah dalam diri kita dengan fondasi paling kuat berbahan dasar KASIH KRISTUS sendiri. Karena berfondasi Kasih Kristus maka semua transaksi yang seharusnya terjadi adalah transaksi kasih. D...

MANUSIA ANTARA ALLAH DAN ALAT (TEKNOLOGI) - BHS BANDUNG part 3 - 20 Okt 2025

Ilmu Pengetahuan dan teknologi diakui berkembang dengan sangat cepat. Kemajuan dan perkembangannya yang pesat kemudian begitu memanjakan manusia bahkan menjadikan manusia begitu bergantung padanya. Ketergantungan manusia pada IpTek bahkan seolah menggantikan peran Allah dalam kehidupan. MANUSIA DAN ALAT. Berkembangnya Matematika, logika matematika dan ilmu lain menjadikan semua hal bisa dihitung dan dianalisa serumit apapun. Kemajuan ini juga mendorong lahirnya Filsafat Positivisme Logis. Aliran Filsafat yang dipelopori oleh Moritz Schlick dalam kelompok Lingkaran Wina pada tahun 1920-an sejatinya hendak menciptakan Filsafat yang ilmiah yang berfokus pada pengetahuan yang bisa dibuktikan secara empiris dan logis dan mengabaikan metafisika yang dianggap tidak bermakna. Opa menjelaskan secara lebih sederhana dari akar kata positif. Positif berakar dari bahasa Latin ponere, meletakan, menempatkan berarti sesuatu yang ditempatkan di depan kita yang kelihatan, yang pasti. Dengan demikian da...

Ringkasan Pesan² Opa Anton di Cilaki sebelum ke Bandara Soeta - BHS 20 Okt 2025

Ringkasan Pesan² Opa Anton di Cilaki  sebelum ke Bandara Soeta: - Sebelum ikut opa melalui BHS kita membangun rumah diatas pasir. - Banyak badai ketakutan yg datang dari dalam diri dan dari luar diri. - Banjir yang datang dari dalam adalah (banjir air mata, banjir darah, banjir kerusakan tubuh, bajir kesusahan Ekonomi) - Banjir yang datang dari luar adalah banjir informasi. - Ada banjir dan ada angin informasi (dari segala arah dan berbahaya.) Lalu........... - Setelah ikut Opa  melalui BHS kita membangun rumah di atas cadas, yaitu fondasi Allah - Ada ketenangan (ini kekekalan hidup menurut ukuran allah) - Ukuran akan Allah yg teguh kita punya ketenangan, karena Allah adalah cadas yg sangat kuat. - Jangan bangun kehidupan di atas cadar tapi diatas cadas. - Rumah kita adalah rumah kehidupan diatas cadas yaitu Yesus Kristus. - kita punya kejelasan karena tubuh dan jiwa dipelihara. Silakan kel. Skk  renungkan pesan tsb diatas sebagai kekuatan untuk peneguhan iman dalam kehid...

MERAWAT KONEKSI - BHS TDM - 23 Okt 2025

Betapapun hebatnya, manusia tidak pernah bisa hidup sendiri. Manusia memiliki koneksi dengan berbagai hal di luar dirinya. Koneksi itu turut menentukan hidupnya. Sore ini Opa menyampaikan pentingnya merawat koneksi itu. MERAWAT KONEKSI. Kata koneksi berakar dari bahasa Latin conectere (Com=bersama dan nectere=mengikat/menyambung) yang arti harafiahnya mengikat atau menyambung  bersama. Makna dasar ini menyiratkan bahwa terlepas dari ikatan itu akan berpengaruh pada diri kita sendiri. Manusia memiliki koneksi dengan sesama, dengan alam dan juga dengan Allah. Benarlah ungkapan Inggris "No man is an island." Agar ikatan itu berfungsi maksimal bagi pengembangan diri kita perlu merawatnya. Sebenarnya dasar dari merawat koneksi  diawali dengan merawat diri. Opa tidak jemu-jemunya membimbing kita agar terus merawat diri dari berbagai aspek. Secara fisik kita cukup taat racun dan menjadikan mandi dari dalam alias minum air sebagai habitus rutin. Agar aspek fisik kita prima kita perku...

KESAKTIAN JIWA VS KESAKTIAN TUBUH - BANDARA SOETTA - 24 Okt 2025

Ketika berada di ruang tunggu Bandara Soeta - Jakarta.  Opa berbicara kembali tentang Kesaktian Tubuh dan Kesaktian Jiwa.  Opa mempertajam kembali dengan menghadirkan Kisah Kesaktian Bandung Bondowoso dan Loro Jonggrang. Berikut beberapa hal baru yang bisa menjadi pelajaran hidup kita GAGALNYA PENYATUAN KESAKTIAN. Kisah Bandung Bondowoso dan Loro Jonggrang sesungguhnya mewakili dua kesaktian yang ada pada manusia. Bandung Bondowoso mewakili kesaktian jiwa. Walaupun gagal membangun candi sesuai permintaan Loro Jonggrang tetapi hasil karyanya tetap abadi. Itulah ciri kesaktian jiwa, ia akan menjadi Monumen Keabadian. Pada Loro Jonggrang kita menyaksikan kesaktian tubuh. Kesaktian tubuh terpampang nyata melalui kecantikan raganya. Selain kecantikan tubuh, kesaktian fisik lain dari Loro Jonggrang adalah  kecerdasannya. Dengan akal cerdiknya dia menggerakan orang-orangnya memancing ayam berkokok tanda pagi sudah datang. kecerdasannya  menggagalkan karya Bandung Bondowoso....

TERTULAR - GREEN VALLEY BANDUNGAN SEMARANG - 25 Okt 2025

Pagi ini di teras depan Kamar Opa dan Komandan Je Be kami menikmati  suasana pedesaan yang sudah sangat jarang ditemui. Ada desiran air kali mengalir di lembah kecil depan penginapan, ada kicau burung bahkan terlihat tupai asyik bercengkerama di pohon depan mata kami. Suasana alam ini sepertinya menghadirkan ilham ke Komandan Je Be dengan bertanya,"  Apakah kita tertular dari Bunda Maria setelah berziarah dan seperti apa kesiapan kita menyambut ziarah Bunda Maria ke rumah kita masing-masing? Pertayaan Komdan Je Be memantik penjelasan lanjutan dari Opa terkait Pesan Bunda Maria dalam Ziarah kali ini. TERTULAR. Dalam Bahasa Latin menular dan atau tertular adalah contingere yang terdiri dari dua kata Con = bersama dan tangere = menyentuh. Contingere atau contagio dalam kata bendanya mengisyaratkan ada kontak atau perjumpaan. Yang menjadikan orang tertular bukan kontak atau perjumpaan ala kadarnya melainkan perjumpaan yang mendalam, yang intens. Intensitas perjumpaan tidak saja se...

JEBAKAN KESOMBONGAN SPIRITUAL vs HIDUP UNTUK MENGHIDUPI - SEMARANG - 27 Okt 2025

Setiap detik adalah hujan inspirasi untuk hidup jika bersama Opa. Demikianpun di saat menunggu keberangkatan kembali ke Kupang sambil ditemani Kopi dan kebersamaan SKK Semarang yang luar biasa rahmat itu terus menghujani kami melalui dan dalam detik-detik kebersamaan. Singkatnya waktu kebersamaan tidak pernah mampu mempersingkat rahmat. Rahmat tetap dalam keutuhannya.  JEBAKAN KESOMBONGAN SPIRITUAL. Banyak kita mengukur spiritualitas kita dengan mengunjungi tempat ziarah bersejarah seperti Lourdes misalnya. Sesungguhnya berziarah ke tempat bersejarah secara rohani bukanlah sebuah kesalahan. Yang sering terjadi tanpa kita sadari adalah jebakan kesombongan yang disisipkan setan. Cerita kita mungkin saja awalnya bertujuan menginspirasi sesama tetapi tanpa sadar kita tergelincir pada kesombongan rohani. Cerita kita malah bisa berimbas sebaliknya. Sesama yang mendengar kisah kita bisa malah terbebani bahwa kami tidak mungkin bisa ke sana karena kehidupan ekonomi yang tidak memungkinkan....

MEMBERI DARI KEKURANGAN - BHS TDM - 29 Okt 2025

Pesan Injil "memberi dari kekurangan" sejauh ini kita maknai sebagai pesan memberi dengan tulus bahkan dalam keterbatasan. Sore ini Opa memberi pesan cukup berbeda dari yang biasa kita maknai. Memberi dari kekurangan menurut Opa spiritnya adalah bahwa kita mengurangi kebutuhan tertentu supaya akhirnya kita bisa memberi. Hal ini sudah dijalankan Komunitas SKK sejauh ini. Kita mengurangi dua kali makan dengan pola Authophagy sehingga bisa digunakan untuk memberi. Kita dengan ketat mengurangi ngemil, membatasi pemakaian dana agar darinya kita bisa bersedekah. Inilah semangat Teologis "Memberi dari kekekurangan."  HIDUP UNTUK MENGHIDUPKAN MENJADIKAN HIDUP LEBIH HIDUP.  Memberi dari kekurangan sesungguhnya memperkuat filosofi hidup untuk menghidupkan. Opa menegaskan secara khusus bagi para orang tua agar benar-benar mengurangi pola hidup yang tidak perlu dan menyisihkannya untuk anak-anak. Pada waktunya anak-anak akan menghidupkan kita. Dan lebih dari itu anak-anak kita ...

SEMUA DOA DARI SIAPAPUN DIDENGARKAN ALLAH - BHS TDM-27 Okt 25

  Bacaan Minggu, 26 Oktober 2025 menampilkan isu yang cukup kontradiktif dengan kenyataan hidup manusia. Miskin dan cap pendosa (pemungut cukai) menjadi kondisi yang paling dihindari ternyata justru diterima Allah sebaliknya menjadi kaya yang adalah dambaan setiap insan malah doanya tidak menembus awan. Yang dihindari malah doanya menembus awan, sedangkan yang didambakan malah terjadi sebaliknya. Banyak penjelasan yang kita dengar dan baca sering berkutat hanya pada moral umum bukan moral injil. Berikut beberapa penjelasan Opa menampilkan sesuatu yang sering luput dari permenungan kita.   ALLAH TIDAK PERNAH PILIH KASIH. Bacaan Hari Minggu kemarin seakan menghadirkan konflik dalam diri. Semua orang mau menjadi kaya dan masuk surga sementara yang doanya menembus awan justru orang miskin. Dunia membenci kemiskinan sementara justru doa orang miskin yang didengar Tuhan. Orang bisa saja* sampai pada pandangan bahwa mau kaya salah, mau miskin tidak enak, persetan dengan semua it...

BERIMAN YANG BENAR VS BERIMAN YANG KELIRU. - BHS Lampung- 5 Okt 2025

  Beragama  sekian lama sepertinya tidak membawa perubahan dalam beriman maupun dalam kehidupan pada umumnya. Hidup di negara yang  tidak memperlihatkan beragama dalam kartu identitasnya ternyata lebih baik hidupnya secara ekonomi dan lebih damai secara sosial dibandingkan di negara yang agamanya wajib dicantumkan dalam kartu identitas dirinya. Realita ini menghadirkan aneka pertanyaan salah satunya adakah yang salah dengan kehidupan beragama kita? Kedua, sudah benarkah hidup beragama itu identik dengan beriman?  Berikut Opa mengajak kita menjalankan hidup beriman secara benar.   BERAGAMA YANG BENAR DAN BERIMAN  YANG BENAR.  Banyak dari antara kita yang sudah merasa bertekun dalam beragama yang identik dengan beriman. Tetapi hidup sepertinya tidak lebih baik secara ekonomi dan tidak lebih baik secara sosial. Keluhan tetap menjadi makanan harian bahkan  Keluhan yang sama juga diungkap  dirumah-rumah Ibadat. Mestinya beragama dan beriman m...