Mengelola kesehatan sejatinya tidak melulu melalui tindakan medis. Kesadaran ini bukan baru muncul belakangan ini. Sudah sejak abad ke 10 SM, sejak jaman Raja Salomo sekitar tahun 970-930 SM, kesadaran akan kondisi hati menentukan kesehatan terbaca dalam Kitab Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur.” Tidak sekedar obat bahkan lebih lagi sebagai obat yang manjur. Sore ini Opa mencerahkan komunitas SKK tentang bagaimana hati menentukan kualitas kesehatan kita. HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT YANG MANJUR Kutipan Amsal 17:22 di atas memperlihatkan bagaimana hati memainkan peran sangat penting dalam mengelola kualitas kesehatan kita. Gembira tidaksama dengan tertawa bahkan sampai cekikikan sekalipun. Sesungguhnya ...
Untuk Komunitas SKK se Indonesia