Skip to main content

KESAKTIAN JIWA VS KESAKTIAN TUBUH - BANDARA SOETTA - 24 Okt 2025

Ketika berada di ruang tunggu Bandara Soeta - Jakarta.

 Opa berbicara kembali tentang Kesaktian Tubuh dan Kesaktian Jiwa. 

Opa mempertajam kembali dengan menghadirkan Kisah Kesaktian Bandung Bondowoso dan Loro Jonggrang. Berikut beberapa hal baru yang bisa menjadi pelajaran hidup kita


GAGALNYA PENYATUAN KESAKTIAN.


Kisah Bandung Bondowoso dan Loro Jonggrang sesungguhnya mewakili dua kesaktian yang ada pada manusia. Bandung Bondowoso mewakili kesaktian jiwa. Walaupun gagal membangun candi sesuai permintaan Loro Jonggrang tetapi hasil karyanya tetap abadi. Itulah ciri kesaktian jiwa, ia akan menjadi Monumen Keabadian. Pada Loro Jonggrang kita menyaksikan kesaktian tubuh. Kesaktian tubuh terpampang nyata melalui kecantikan raganya. Selain kecantikan tubuh, kesaktian fisik lain dari Loro Jonggrang adalah  kecerdasannya. Dengan akal cerdiknya dia menggerakan orang-orangnya memancing ayam berkokok tanda pagi sudah datang. kecerdasannya  menggagalkan karya Bandung Bondowoso. Kecerdasan perlu selalu diingat menjadi bagian dari Kesaktian Tubuh bukan Jiwa. Orang dewasa ini umumnya memandang ratio sebagai kesaktian jiwa hingga menempatkanya pada posisi terlalu istimewah. Kesaktian tubuh sedemikian menjadikan Loro Jonggrang sombong. Sombong karena kecantikannya dan dengan kecerdasannya menekan Bandung Bondowoso dalam kelicikannya. Banyak pengalaman memperlihatkan bahwa orang cerdas sering meremehkan orang, menutup akses bagi orang lain untuk berkembang dan dengan segala cara menekan orang agar menjadi satu-satunya orang yang cerdas. Inilah ciri kesaktian tubuh. 


BAGAIMANA SEHARUSNYA KOMUNITAS SKK.


Melalui BHS, Opa selalu membimbing kita untuk menyatukan dua kekuatan utama manusia yaitu kesatian jiwa dan kesaktian tubuh. Perpaduan dua kesaktian ini akan menghadirkan Monumen karya yang abadi. Benarlah ajaran Fides et Ratio (Iman dan Ratio) dengan sedikit penekanan yang berbeda. Kata ET (dan) bukan mengandaikan kesetaraan tetapi bahwa Fides lebih dari Ratio karena Fides berkaitan dengan jiwa yang abadi dan ratio dengan fisik yang fana sifatnya. Kita perlu mengingat lagu menjelang Paskah dengan syair penuh makna " Iman yang menolong budi, indra tak mencukupi." Kesaktian Jiwa harus menjadi yang utama dan menjadi kekuatan lahirnya kesaktian tubuh. Kesaktian tubuh yang menjadi ekspresi kesaktian jiwa akan menjadi Monumen karya yang abadi. Monumen karya yang monumental. Inilah nilai lain dari kisah monumental Bandung Bondowoso. Mari terus berjuang bersama meningkatkan kesaktian jiwa agar terus menghadirkan kesaktian tubuh yang abadi dan monumental. Salam Sukacita. 😍

PORAT ANTONIUS



#TEAMBHSKOCARKACIRSKK by Niko Boleng.

Comments

Popular posts from this blog

SKK Infografis Aneka Pesan

BRAIN ROT DAN LIFE INTELLIGENCE - 10 januari 2026 - Kuliah Umum NMCC Kupang

Brain Rot   awalnya   merupakan sebuah istilah slang   yang   menggambarkan kerusakan   atau   pembusukan otak.   Dalam dunia slang   kondisi pembusukan otak dikaitkan   dengan   konsumsi konten receh berlebihan.   Dalam   kuliah umum bersama   para   biarawan Frater OMD, Frater OCD, Frater Projo Komunitas St. Mikael   dan   para guru MMS,   Opa memaparkan   Brain Rot   dengan   penyebab   dan   bagaimana cara mengatasinya.     Opa   memunculkan juga   beberapa istilah baru salah satunya   adalah   kecerdasan hidup   atau   life intelligence.   Berikut   beberapa hal pokok   yang   menjadi topik pembahasan   dan   diskusi interaktif   dalam   studium generale perdana di tahun 2026.     BRAIN ROT     Opa menganalogikan otak   dengan   tanah.   ...

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...