Skip to main content

MERAWAT BAIT ALLAH - BHS Jayapura - 9 November 2025

Hari ini Gereja sejagat merayakan Pemberkatan induk Gereja sejagat Basilika St. Yohanes Latheran. Berkenaan dengan perayaan hari ini bacaan-bacaan Hari Minggu ini berbicara tentang Bait Allah. 

Opa kali ini memberi beberapa nilai penting dari bacaan hari ini untuk hidup kita. 



 MERAWAT BAIT ALLAH. 


Bait Allah sejatinya adalah tempat sumber mengalir rahmat kasih yang menghidupkan bagi semua ciptaan. Aliran kasih yang menghidupkan alam bahkan menjadikan asinnya Laut Mati tanpa kehidupan menjadi  tawar dengan berbagai kehidupan baru. Bait Allah yang dimaksudkan dalam bacaan Injil adalah Yesus sendiri. Bait Allah dibangun dengan fondasi kasih dan semua yang mengalir dari Bait Allah adalah kasih. Dalam ajaran Kristiani kita semua adalah  Bait Allah. Yesus telah mendasari Bait Allah dalam diri kita dengan fondasi paling kuat berbahan dasar KASIH KRISTUS sendiri. Karena berfondasi Kasih Kristus maka semua transaksi yang seharusnya terjadi adalah transaksi kasih. Dalam bacaan Injil,  Yesus mengusir, dan menjungkirbalikkan meja para pedagang karena transaksi yang terjadi adalah transaksi fisik. Dan transaksi fisik menjadikan Bait Allah tubuh kita mengalami kerusakan. Semua kerusakan terjadi karena kita tidak lagi mendasari kehidupan kita pada pemilik Bait yaitu Allah tetapi pada sains bahkan pada alat. Semakin  hari kita semakin dibuat tergantung pada sains dan alat tekhnologi. Ketergantungan semakin menjadi karena kita mengabaikan jiwa dan memandang diri hanya pada tubuh. Kebanyakan kita terus terjebak memandang diri hanya pada tubuh dan akhirnya kita bergantung lebih pada sains dan teknologi. Sebegitu jauhnya jebakan hingga kegiatan keagamaan juga kita terus memohon untuk kebutuhan fisik. Kita memohon terbebas dari berbagai masalah demi kebutuhan fisik semata. Kita sesunggunhnya Anak Allah sementara dunia berhasil membelokan kita dengan ilmu yang memandang manusia hanya pada tubuh. Kita sesungguhnya Bait Allah, maka kita seharusnya merawat dan memelihara tubuh menurut ukuran pemilik tubuh yaitu Allah. Dunia sekian lama membelokan kita hingga kita merawat tubuh hanya menurut ukuran ilmu dan teknologi bukan pada Allah. Yang kita panen sekarang adalah tubuh yang menjadi korban sains dan teknologi. Bacaan hari ini mengajak kita agar merawat Bait Allah menurut ukuran Allah, tidak lagi menurut ukuran dunia. Yesus akan menjungkirbalikan semuanya jika kita tidak bertransaksi kasih sebagaimana yang telah diletakkan fondasinya oleh Tuhan. Merawat Bait Allah menurut ukuran Allah lebih fokus pada merawat jiwa. Merawat jiwa melalui menjauhkan diri dari racun jiwa dan menutrisinya dengan makanan jiwa seperti sukacita, kebaikan hidup dan perbuatan kasih lainnya. Mendengarkan juga perbuatan kasih karena merelakan diri menampung keluhan orang dan setelahnya kita akan leluasa menularkan kasih karena orang sudah mengeluarkan semua dari dirinya dan menyisakan ruang kosong untuk kasih kita. Ketika kita merawat diri menurut ukuran Allah maka kebutuhan fisik pun akan ditunjukkan Allah dalam cara yang sangat sederhana dan unik untuk masing-masing kita. Ketika kita merawat diri sebagai Bait Allah menurut ukuran Allah maka diri kita juga akan menjadi tempat mengalirkan rahmat Kasih bagi siapapun juga. Mari terus berjuang merawat diri menurut ukuran pemiliknya yaitu menurut Allah sendiri maka Kasih yang menjadi dasar akan bercahaya bagi kebaikan diri dan sesama. 


Yesus telah merombak transaksi  ukuran dunia yang mendasarkan segalanya pada sains dan teknologi. Transaksi ekonomi dan berbagai transaksi ukuran dunia lainnya telah diobrak-abrik Yesus agar kembali ke transaksi ukuran Allah yaitu transaksi kasih. Kita membutuhkan transaksi dunia juga tetapi diletakkan dalam terang transaksi kasih ukuran Allah. SKK baik sebagai pribadi maupun komunitas melalui BHS bersama Opa Anton telah dan terus membiarkan diri dirombak Tuhan agar memelihara ukuran kasih Tuhan dalam mengelolah hidup baik pribadi, keluarga dan komunitas. Melalui makan sekali sehari, hidup sederhana dan berbagai keutamaan dalam ukuran Kasih Tuhan SKK telah menjadikan diri menjadi penyalur dan pewarta nyata kasih Tuhan bagi sesama dan dunia karena dunia juga sesungguhnya Bait Allah yang Tuhan sediakan bagi kita semua ciptaan-Nya. Ini penting karena dunia sebagai Bait Allah telah dieksploitasi berlebihan menurut ukuran dunia dalam kepentingan transaksi ekonomi. Komunitas SKK terus bergerak menyelamatkan bumi sebagai Bait Allah menurut ukuran Kasih Tuhan mulai dari lingkungan terdekat kita. 

PORAT ANTONIUS


-ngopitimeJayapura

TEAMBHSKOCARKACIRSKK by Niko Boleng.

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

Hidup Dalam Perspektif Allah

Cuplikan dari Buku Eksegese Orang Jalanan  Karya  Porat Antonius Minggu Hari Raya Pentakosta, Tahun A Sense of belonging merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia. Sense of belonging tidak sama dengan to have. Sense of belonging lebih dari to have. Memiliki sense of belonging ada kepenuhan yang berarti juga ada kepuasan. Sementara to have berhubungan dg memiliki tetapi belum mencapai kepenuhan apalagi kepuasan. Yang dipaparkan dalam ketiga bacaan minggu Pentakosta ini adalah gambaran tentang hidup dengan sense of belonging. Yaitu menggambarkan tawaran Allah untuk manusia. Allah menawarkan kepenuhan hidup kepada manusia. Allah juga menawarkan jalan menuju kepenuhan hidup itu yakni melalui beriman kepada Yesus, mendengarkan firman Nya dan melakukan kehendak Nya. Semua ini bukan untuk Yesus melainkan untuk manusia. Manusia lah yang mengalami kepenuhan. Dari sudut pandang ketiga bacaan, masalah yang ada pada manusia itu terletak pada hidup yang tidak berdasarkan...