*_Hidup untuk makan_* merupakan *prinsip hidup manusia lama* dan *sudah melahirkan berbagai penderitaan* bagi *dunia* dan *manusia.* *Opa,* dalam BHSO kali ini, *mengajak kita hidup* dengan *semangat berbeda,* *_makan untuk hidup._* Bagaimana *makan untuk hidup* yang *benar akan diperjelas opa* dalam *pertemuan BHSO kali ini.*
*TOBAT DAN AUTOPHAGY KUNCINYA*
*Sesungguhnya makan* adalah *aktivitas yang tidak terpisahkan* dari *hidup manusia.* *Fakta menyajikan dengan sangat gamblang* bahwa *kebanyakan kita mengalami sakit* dan *berbagai penderitaan* bukan *kaena tidak makan* melainkan *karena makan.* Maka *Opa mengajak kita menghidupi prinsip dasar* yang *benar tentang makan.* Semangat *hidup untuk makan* harus *kita tinggalkan* dan *kita seharusnya bergerak* pada *semangat makan untuk hidup.* Sudah *jelas prinsip hidup untuk makan* telah *membawa manusia jauh dari kondisi* yang *kita sebut sehat.* Pola *seperti ini berorientasi* pada *makan bukan pada hidup.* SKK *terus hadir* dengan *semangat makan untuk hidup.* Yang *didapatkan hari ini bagi yg baru bergabung* adalah *racun tubuh* menjadi *konsekuensi semangat* ini. *Racun tubuh* itulah *yang menjadikan makan* tidak *untuk hidup* melainkan *sebagaimana sifat racun,* dia *akan menghancurkan* dan *mematikan.* Prinsip *hidup untuk makan* juga *melahirkan kekeliruan lain* yaitu *mementingkan makan* dari pada *air.* Padahal, *sadar* atau *tidak tubuh manusia terdiri* atas *80% air* dan *sebagian besarnya berada* pada *otak.* Komunitas *SKK membalikan* kebiasaan *makan 3 kali sehari* dan *menggantikannya* dengan *minum air sebanyak-banyaknya,* minimal *4, 5 liter sehari* dan *makannya cukup sekali sehari.* Sesungguhnya *Air membentuk hidup.* Yang *meminum banyak air,* hidupnya *menjadi lebih hidup*. *Air*
harus *lebih banyak dari makan.* *_Makan sekali sehari, minum air sebanyak-banyaknya sampai kenyang_* dan *inilah yang dihidupi SKK hingga sekarang.* Akibat dari *semangat hidup untuk makan* dengan *mengabaikan air* ini *sudah bisa kita prediksi.* Komunitas *SKK semakin sehat jiwa raga* sedangkan *hasil sebaliknya dialami oleh kebanyakan orang* yang *menghidupi semangat yang keliru* ini. *Kenyang makan memanen berbagai penyakit,* kalau *kenyang air memanen berbagai berkat.* Orang *memanen banyak penyakit* karena *kekurangan air* yang *terus berpengaruh terhadap otak.* *Otak* sebagian *besar berisi air.* Jika *mau sehat minum banyak air.* *Makan* sehari *sekali sudah cukup.* terbukti *berolah raga sampai dua jam tanpa makan* apa pun, *cukup minum air* ternyata *lebih baik* dan *bisa dilakukan.* *Kekenyangan* karena *minum jauh lebih nyaman* dari pada *kekenyangan karena makan.* *Kekenyangan* karena *minum air,* semangat *berkaryanya lebih hidup.*
*Dunia menderita banyak sekali penyakit* yang *bahkan tidak bisa disembuhkan* oleh *medis* karena *makanan yang justeru menjadi racun.* *Racun makanan* menjadi *penyebab banyak orang menderita diabetes.* *Luka* karena *diabetes bisa berakibat kakinya diamputasi* dan *banyak pasien bukan malah sembuh,* malahan *menjadi bergantung* pada *obat seumur hidup.* Juga *Para *medis dilanda kebingunan* karena *berbagai penyakit yang sulit sekali disembuhkan.* Penderita *kanker,* misalnya, *ketika diagnose pertama stadium 2,* setelah *dikemo* dan *diobati,* ternyata *meninggal dengan kanker stadium 4* dengan *berbagai penderitaan.*
*Komunitas SKK* sesungguhnya *menangani kesehatan kita melalui 4 tindakan:* (1) *Promosi,* (2) *Preventif,* (3) *Kuratif* dan (4) *Rehabilitatif.* Komunitas *SKK mempromosikan hidup sehat.* *Fokusnya* pada *hidup yang sehat* bukan *pada sakit* dan *penyakit.* Tindakan *promosi, prevensi, kurasi* dan *juga rehabilitasi kesehatan* yang *dikembangkan Opa* bersama *Komunitas SKK* adalah *dengan bertobat.* Bagi *SKK bertobat* adalah *obat organik.* Berbeda *penanganan dunia pada umumnya* ketika *sakit, di RS* kita *harus minum obat* dengan *berbagai proses penyembuhan* lainnya. Di SKK, *bertobat* adalah *obat organik murni.* *Bertobat* itu *pintu masuk rahmat dari atas* untuk *sembuh.* *Tobat* dari *rakus makan,* dari *hidup untuk makan,* tobat *dari egois,* dari *marah-marah,* dari *malas,* dari *tidak jujur.* Dari *pengalaman Opa, sifat-sifat buruk* sebagai *penyumbang penyakit terbesar di dunia.* Orang *obesitas,* karena *hidup untuk makan,* orang yang rakus, *mau makan semuanya,* tidak pernah *puas dengan apa yang ada.* *Penyakit diabetes* juga sama *bisa lahir* dari *dendam, suka marah,* dan *suka makan enak di luar.* *Gula darah menjadi tinggi* dan *darah tinggi* juga sama. Opa dalam *68 tahun* tidak pernah *darah tinggi, jantung baik,* setiap hari *Skiping* sebagai *bukti* dari *rakus makan, malas, tidak jujur,* dan *mencari makanan enak.* *Obat* bukan *satu-satunya pilihan untuk sembuh.* *Sakit* justeru *sembuh dengan bertobat* bukan *dengan obat.* Dalam ajaran orang Kristen, *ketika orang bersalah obatnya* adalah *mengampuni.* *Orang yang darah tinggi* adalah *orang yang tidak mendapatkan obat* dari *pengampunan.* Tindakan *rehabilitasi kesehatan* bagi *komunitas SKK cukup dengan merehab* cara *makan* dan *pola hidup.* Satu *cara penting untuk kita lakukan* untuk *merehab hidup kita* adalah *kembali percaya kepada Allah.* Beragama *dengan sungguh-sungguh* dan *menjadi pelaku ajaran Allah.* Opa menjadi seperti begini karena *Allah ada* dan *Allah itu baik* dan *Opa terus bersekutu* dengan *Allah* melalui *percaya pada Allah.* Cara *merehabilitasi dalam SKK* adalah *kembali percaya kepada Allah.*
*Para testimoner* menjadi *bukti pertobatan menuju sehat.* Banyak cara *yang dianjurkan untuk sembuh* dari *sakit* atau *mencegah sakit.* Secara *medis sebenarnya ada larangan* namun *larangan lebih kuat ketika kita sakit.* Larangan itu *benar* atau *tidak sebenarnya cocok-cocokan* karena *pola yang dianjurkan ke orang lain* dengan prinsip *one size fits all.* Coba kita bayangkan *larangan umum* untuk *semua dengan cara yang rumit* seperti *kurangi karbohidrat, lemak* dan *sebagainya* yang *berbeda dengan di SKK.* Kita *dilarang dengan berbagai jenis makanan* yang *mudah kita kenali* sehingga *mudah kita lakukan.* Larangan *makanan di medis ada* tetapi *kurang spesifik,* Komunitas SKK *mendapatkannya* dengan *sangat spesifik per orang* bukan *karena ilmu* tetapi *karena rahmat* dari *Tuhan.* Oleh karenanya *zoom tidak terjadi setiap saat, permintaan banyak* tetapi *tidak selalu dilayani.* Kapan waktu *yang dirahmati dari atas* maka *itulah saatnya.* *Obat kita butuhkan* tetapi *bukan satu-satunya.* *Tobat* adalah *bentuk preventif* dan *kuratif organik ala SKK.* Sifatnya *menyeluruh* bukan *Physical Fixing* yang *hanya fokus pada titik sakitnya.* Salah satu *jawaban Opa* ketika *kita sakit* dan *bertanya* adalah *_‘Jalani saja!’._* *Jalani saja* bagi *Komunitas SKK* itu adalah *autophagy spiritualitas.* Jalani *saja menjadikan yang buruk bisa sirna.* Misalnya *kesabaran untuk menjalankannya* adalah *obat.* Kita *harus sembuh secara spiritual dahulu* baru *sembuh fisik mengikutinya.* *Muntah* dan *diare* sebenarnya *mekanisme tubuh membuang racun/penyakit.* *Tubuh* jadi *terlindungi, jangan buruh – buruh minum obat.* Biarkan *semuanya keluar dulu.* Ketika *tidak bisa keluar akan ada reaksi* lain *seperti, sakit kepala, demam, batuk* dan *itu* artinya *racunnya tidak bisa keluar.* Untuk *keluar secara terhormat* akan *disuruh minum banyak air.* Sekali lagi *jawaban* Opa *jalani saja* atau *ikuti saja* adalah *autophagy spiritual.* Jawaban *Opa* bukan *dari belajar melainkan murni dari atas.* *Manusia itu unik* dan *itu diakui dalam ilmu medis* maupun *non medis.* Ada *system* yang *mau membuat obat berdasarkan keunikan.* *Ilmu terus berkembang* bahkan *berubah karena manusia tidak akan pernah sampai pada kebenaran.* *Ilmu saja bersandar pada penjelasan* dengan *ukuran paling mutakhir.* Paling akhir itu *selalu dianggap the best,* padahal *belum tentu,* biasanya *yang lama itulah the best.* Mari *terus berjalan bersama* dan *bersaksi* bahwa *Tuhan itu ada* dan *Tuhan itu baik.* Bahwa *sehat itu akan otomatis,* tetapi *yang paling penting* adalah *berjalan bersama dalam iman* bahwa *Allah itu ada* dan *Allah itu baik.* Untuk *menuju ke sana kita melalui dua tahapan inti medis* ala *SKK* yaitu *Tobat* sebagai *obat organik* dan *jalani saja* sebagai *autophagy spiritual.* Mari *saling mendukung dalam kebersamaan Komunitas SKK.*
*Salam Sukacita.* 👍❤😀
*TEAMBHSKOCARKACIRSKK.*
👍❤😀
By
_Niko Boleng_
Comments
Post a Comment