Skip to main content

TOBAT’ ITU OBAT ORGANIK, DAN ‘JALANI SAJA’ ITU AUTOPHAGY SPIRITUAL, BHSO 21 Feb 2026



*_Hidup untuk makan_* merupakan *prinsip hidup manusia lama* dan *sudah melahirkan berbagai penderitaan* bagi *dunia* dan *manusia.* *Opa,* dalam BHSO kali ini, *mengajak kita hidup* dengan *semangat berbeda,* *_makan untuk hidup._* Bagaimana *makan untuk hidup* yang *benar akan diperjelas opa* dalam *pertemuan BHSO kali ini.* 

*TOBAT DAN AUTOPHAGY KUNCINYA*

*Sesungguhnya makan* adalah *aktivitas yang tidak terpisahkan* dari *hidup manusia.* *Fakta menyajikan dengan sangat gamblang* bahwa *kebanyakan kita mengalami sakit* dan *berbagai penderitaan* bukan *kaena tidak makan* melainkan *karena makan.*  Maka *Opa mengajak kita menghidupi prinsip dasar* yang *benar tentang makan.* Semangat *hidup untuk makan* harus *kita tinggalkan* dan *kita seharusnya bergerak* pada *semangat makan untuk hidup.* Sudah *jelas prinsip hidup untuk makan* telah *membawa manusia jauh dari kondisi* yang *kita sebut sehat.* Pola *seperti ini berorientasi* pada *makan bukan pada hidup.* SKK *terus hadir* dengan *semangat makan untuk hidup.* Yang *didapatkan hari ini bagi yg baru bergabung* adalah *racun tubuh* menjadi *konsekuensi semangat* ini. *Racun tubuh* itulah *yang menjadikan makan* tidak *untuk hidup* melainkan *sebagaimana sifat racun,* dia *akan menghancurkan* dan *mematikan.* Prinsip *hidup untuk makan* juga *melahirkan kekeliruan lain* yaitu *mementingkan makan* dari pada *air.* Padahal, *sadar* atau *tidak tubuh manusia terdiri* atas *80% air* dan *sebagian besarnya berada* pada *otak.* Komunitas *SKK membalikan* kebiasaan *makan 3 kali sehari* dan *menggantikannya* dengan *minum air sebanyak-banyaknya,* minimal *4, 5 liter sehari* dan *makannya cukup sekali sehari.* Sesungguhnya *Air membentuk hidup.* Yang *meminum banyak air,* hidupnya *menjadi lebih hidup*. *Air*
 harus *lebih banyak dari makan.* *_Makan sekali sehari, minum air sebanyak-banyaknya sampai kenyang_* dan *inilah yang dihidupi SKK hingga sekarang.* Akibat dari *semangat hidup untuk makan* dengan *mengabaikan air* ini *sudah bisa kita prediksi.* Komunitas *SKK semakin sehat jiwa raga* sedangkan *hasil sebaliknya dialami oleh kebanyakan orang* yang *menghidupi semangat yang keliru* ini. *Kenyang makan memanen berbagai penyakit,* kalau *kenyang air memanen berbagai berkat.*  Orang *memanen banyak penyakit* karena *kekurangan air* yang *terus berpengaruh terhadap otak.* *Otak* sebagian *besar berisi air.* Jika *mau sehat minum banyak air.* *Makan* sehari *sekali sudah cukup.* terbukti *berolah raga sampai dua jam tanpa makan* apa pun, *cukup minum air* ternyata *lebih baik* dan *bisa dilakukan.* *Kekenyangan* karena *minum jauh lebih nyaman* dari pada *kekenyangan karena makan.* *Kekenyangan* karena *minum air,* semangat *berkaryanya lebih hidup.* 

*Dunia menderita banyak sekali penyakit* yang *bahkan tidak bisa disembuhkan* oleh *medis* karena *makanan yang justeru menjadi racun.* *Racun makanan* menjadi *penyebab banyak orang menderita diabetes.* *Luka* karena *diabetes bisa berakibat kakinya diamputasi*  dan *banyak pasien bukan malah sembuh,* malahan *menjadi bergantung* pada *obat seumur hidup.* Juga *Para *medis dilanda kebingunan* karena *berbagai penyakit yang sulit sekali disembuhkan.* Penderita *kanker,* misalnya, *ketika diagnose pertama stadium 2,* setelah *dikemo* dan *diobati,* ternyata *meninggal dengan kanker stadium 4* dengan *berbagai penderitaan.* 

*Komunitas SKK* sesungguhnya *menangani kesehatan kita melalui 4 tindakan:* (1) *Promosi,* (2) *Preventif,* (3) *Kuratif* dan (4) *Rehabilitatif.* Komunitas *SKK mempromosikan hidup sehat.* *Fokusnya* pada *hidup yang sehat* bukan *pada sakit* dan *penyakit.* Tindakan *promosi, prevensi, kurasi* dan *juga rehabilitasi kesehatan* yang *dikembangkan Opa* bersama *Komunitas SKK* adalah *dengan bertobat.* Bagi *SKK bertobat* adalah *obat organik.* Berbeda *penanganan dunia pada umumnya* ketika *sakit, di RS* kita *harus minum obat* dengan *berbagai proses penyembuhan* lainnya. Di SKK, *bertobat* adalah *obat organik murni.* *Bertobat* itu *pintu masuk rahmat dari atas* untuk *sembuh.* *Tobat* dari *rakus makan,* dari *hidup untuk makan,* tobat *dari egois,* dari *marah-marah,* dari *malas,* dari *tidak jujur.* Dari *pengalaman Opa, sifat-sifat buruk* sebagai *penyumbang penyakit terbesar di dunia.* Orang *obesitas,* karena *hidup untuk makan,* orang yang rakus, *mau makan semuanya,* tidak pernah *puas dengan apa yang ada.* *Penyakit diabetes* juga sama *bisa lahir* dari *dendam, suka marah,* dan *suka makan enak di luar.* *Gula darah menjadi tinggi* dan *darah tinggi* juga sama. Opa dalam *68 tahun* tidak pernah *darah tinggi, jantung baik,* setiap hari *Skiping* sebagai *bukti* dari *rakus makan, malas, tidak jujur,* dan *mencari makanan enak.* *Obat* bukan *satu-satunya pilihan untuk sembuh.* *Sakit* justeru *sembuh dengan bertobat* bukan *dengan obat.* Dalam ajaran orang Kristen, *ketika orang bersalah obatnya* adalah *mengampuni.* *Orang yang darah tinggi* adalah *orang yang tidak mendapatkan obat* dari *pengampunan.* Tindakan *rehabilitasi kesehatan* bagi *komunitas SKK cukup dengan merehab* cara *makan* dan *pola hidup.* Satu *cara penting untuk kita lakukan* untuk *merehab hidup kita* adalah *kembali percaya kepada Allah.* Beragama *dengan sungguh-sungguh* dan *menjadi pelaku ajaran Allah.* Opa menjadi seperti begini karena *Allah ada* dan *Allah itu baik* dan *Opa terus bersekutu* dengan *Allah* melalui *percaya pada Allah.* Cara *merehabilitasi dalam SKK* adalah *kembali percaya kepada Allah.*

*Para testimoner* menjadi *bukti pertobatan menuju sehat.* Banyak cara *yang dianjurkan untuk sembuh* dari *sakit* atau *mencegah sakit.* Secara *medis sebenarnya ada larangan* namun *larangan lebih kuat ketika kita sakit.* Larangan itu *benar* atau *tidak sebenarnya cocok-cocokan* karena *pola yang dianjurkan ke orang lain* dengan prinsip *one size fits all.* Coba kita bayangkan *larangan umum* untuk *semua dengan cara yang rumit* seperti *kurangi karbohidrat, lemak* dan *sebagainya* yang *berbeda dengan di SKK.* Kita *dilarang dengan berbagai jenis makanan* yang *mudah kita kenali* sehingga *mudah kita lakukan.* Larangan *makanan di medis ada* tetapi *kurang spesifik,* Komunitas SKK *mendapatkannya* dengan *sangat spesifik per orang* bukan *karena ilmu* tetapi *karena rahmat* dari *Tuhan.* Oleh karenanya *zoom tidak terjadi setiap saat, permintaan banyak* tetapi *tidak selalu dilayani.* Kapan waktu *yang dirahmati dari atas* maka *itulah saatnya.* *Obat kita butuhkan* tetapi *bukan satu-satunya.* *Tobat* adalah *bentuk preventif* dan *kuratif  organik ala SKK.* Sifatnya *menyeluruh* bukan *Physical Fixing* yang *hanya fokus pada titik sakitnya.* Salah satu *jawaban Opa* ketika *kita sakit* dan *bertanya* adalah *_‘Jalani saja!’._* *Jalani saja* bagi *Komunitas SKK* itu adalah *autophagy spiritualitas.* Jalani *saja menjadikan yang buruk bisa sirna.* Misalnya *kesabaran untuk menjalankannya* adalah *obat.* Kita *harus sembuh secara spiritual  dahulu* baru *sembuh fisik mengikutinya.* *Muntah* dan *diare* sebenarnya *mekanisme tubuh membuang racun/penyakit.* *Tubuh* jadi *terlindungi, jangan buruh – buruh minum obat.* Biarkan *semuanya keluar dulu.* Ketika *tidak bisa keluar akan ada reaksi* lain *seperti, sakit kepala, demam, batuk* dan *itu* artinya *racunnya tidak bisa keluar.* Untuk *keluar secara terhormat* akan *disuruh minum banyak air.* Sekali lagi *jawaban* Opa *jalani saja* atau *ikuti saja* adalah *autophagy spiritual.* Jawaban *Opa* bukan *dari belajar melainkan murni dari atas.* *Manusia itu unik* dan *itu diakui dalam ilmu medis* maupun *non medis.* Ada *system* yang *mau membuat obat berdasarkan keunikan.* *Ilmu terus berkembang* bahkan *berubah karena manusia tidak akan pernah sampai pada kebenaran.* *Ilmu saja bersandar pada penjelasan* dengan *ukuran paling mutakhir.* Paling akhir itu *selalu dianggap the best,* padahal *belum tentu,* biasanya *yang lama itulah the best.* Mari *terus berjalan bersama* dan *bersaksi* bahwa *Tuhan itu ada* dan *Tuhan itu baik.* Bahwa *sehat itu akan otomatis,* tetapi *yang paling penting* adalah *berjalan bersama dalam iman* bahwa *Allah itu ada* dan *Allah itu baik.* Untuk *menuju ke sana kita melalui dua tahapan inti medis* ala *SKK* yaitu *Tobat* sebagai *obat organik* dan *jalani saja* sebagai *autophagy spiritual.* Mari *saling mendukung dalam kebersamaan Komunitas SKK.*
*Salam Sukacita.* 👍❤😀


*TEAMBHSKOCARKACIRSKK.*
 👍❤😀
By
_Niko Boleng_

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

Jangan Takut, Allah Menyertai Kita - Oleh Porat Antonius - BHSO Klaten 7 Agt 2021

Kita diminta jangan takut. Kalau kita takut, banyak hal yang buruk terjadi pada kita. Bersukacitalah. Sebenarnya dalam ilmu kedokteran, sukacita sudah diakui sebagai obat dan sudah dirumuskan dalam apa yang disebut Placebo. Dari bahasa Latin, placebo domino in regione vivorum. Secara mudahnya diterjemahkan “Saya bersukacita karena Allah hadir dalam hidup dalam hidupku”. Namun belakangan ini muncul istilah Nocebo, menakut-nakuti. Orang ditakuti-takuti dengan penyakit sampai harus makan obat seumur hidup. Tidak disadari banyak orang, bahwa pandemi sekarang ini adalah wujud nocebo. Diekspos kemana-mana virus ini sudah ada varian baru, varian ini dan itu. Itu semua meningkatkan ketakutan kita. Karena itu, makin banyak yang menderita karena makin cemas. Apalagi, setelah vaksin pertama kena covid, vaksin kedua masih takut. Masih takut lagi maka ditambah dengan booster. Akhirnya tubuh kita penuh vaksin. Ini semua praktek nocebo. Saya minta anggota SKK tidak perlu takut.  Sebagai warga neg...