Skip to main content

FIDELIS USQUE AD PROBATIONEM , SETIA SAMPAI TERBUKTI, BHSO Lembata 14 Feb 2026

Dalam *BHSO SKK Wilayah LEMBATA*  kali ini *Opa mengutip ayat* dari *_Injil Lukas 6:41-42._* Kutipan ini berkisah ketika *Yesus menegur Kaum Farisi* dengan *pertanyaan retoris* mengapa *kamu melihat selumbar di mata saudaramu* sedangkan *_kamu mengabaikan balok di matamu sendiri._* *Opa menegaskan* bahwa *balok inilah* yang *menjadikan kita gagal mengelolah hidup secara baik.* Ketika *gagal mengelola hidup* maka *kita akan memanen berbagai kemalangan.* Kemalangan *menyata dalam berbagai wajah* seperti *sakit, rumah tangga tidak lagi damai, relasi yang rusak* dan *kenyataan minor* lainnya. *Opa* melalui *BHSO SKK LEMBATA dan sekitarnya* kali ini  *membuka jalan agar kita terbebas dari berbagai* bentuk *‘balok’* yang *akan bermuara pada kegagalan mengelola hidup.* *Kita diajak* untuk *setia pada pola hidup ala SKK* sampai *memanen pembuktian* seperti kata pepatah *Fidelis Usque Ad Probationem* = *setia sampai terbukti.*

*MENGENALI BALOK DALAM DIRI*

*Selumbar* dan *balok* memang *sangat kontras dalam perbandingan.* Maka *seharusnya menjadi pancingan yang kuat pengaruhnya* untuk *kita beri perhatian lebih.* *Yesus mengajarkan pengikutNya* bahwa *balok besar akan terabaikan* jika *kita lebih melihat selumbar* atau *serpihan kayu kecil* pada *orang lain.*  Kebanyakan *kita alpa mengelola balok besar penghambat kemajuan diri* karena *fokus pada serpihan kecil kayu dalam diri orang lain.* BHSO kali ini *Opa mengajak Komunitas SKK* untuk *mengenali balok besar dalam diri* yang *menjadi penghambat kita mengelola hidup.* (1). *Mengikuti saja tanpa bertanya pandangan umum dalam dunia kesehatan* seperti *ungkapan Hipokrates* tentang *makanlah makanan seperti obat* dan *makanlah obat seperti makanan.* Pandangan ini *menjadikan kita menerima saja model konsumsi obat* seperti *konsumsi makanan.* Ketika *makan 3 x sehari* maka *minum obat juga 3 x sehari,* ketika *kita ngemil* maka *kita juga menerima suplemen* seperti *kita ngemil makanan.* Kita *menerima saja sebagai benar.* Ini *terjadi karena kita membiarkan kesehatan kita dikelola oleh orang* atau  *lembaga di luar diri kita.* Dengan *demikian dapat diterima* bahwa *orang sakit* adalah *orang yang gagal mengelola dirinya* dan *menyerahkannya pada yang di luar dirinya.* Akhirnya *Dunia bingung* dan *kita pun ikut tenggelam dalam kebingungan yang sama.* Untuk *satu jenis sakit* saja *bisa muncul berbagai jenis obat.* Ini sejatinya *gambaran kebingunan manusia* dan *dunia* tetapi *kebanyakan kita menerimanya saja.* *SKK* hadir *membawa kepastian* dan *mulai dari diterima menjadi Komunitas SKK* saat itulah *kesehatan menjadi tanggung jawab pribadi tergantung respon kita.*  (2). *Mengikuti saja pandangan* *_men sana in corpore sano_* bahwa *_jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat._* Pandangan ini *merupakan arus besar* yang *didukung produksi makanan besar-besaran.* *Makanan* yang *katanya bernutrisi baik untuk kesehatan* hadir *dalam berbagai kampanye kesehatan seperti 4 sehat 5 sempurna.* Kampanye *ini benar-benar mengabaikan jiwa,* bahkan *menempatkan jiwa inferior* dari *tubuh.* Pandangan ini *telah membawa manusia pada kebingungan mengelola kesehatannya.* Katanya *makan bernutrisi lengkap mengapa sakit* dan *penyakit semakin merajalela.* Ketika *dulu orang tua kita* makan *di luar kampanye 4 sehat 5 sempurna lebih sehat* bahkan *berumur panjang* sementara *kita yang makan bernutrisi lengkap* justeru *memanen berbagai penyakit yang sulit dijelaskan.* Komunitas SKK *membalikan keadaan ini dengan arus baru* yang *fokus pada jiwa* dengan motto *_Corpus Sanum in Mentem Sanam,_* *di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat* dan *bukan sebaliknya.* (3). *Menghidupi jebakan pola hidup biar miskin asal sombong.* Kita *tidak boleh menganggap remeh ungkapan ini* yang *seolah tidak ada pengaruhnya bagi hidup.* Justeru *semangat hidup seperti ini* telah *membawa penderitaan bagi kita Masyarakat NTT pada umumnya.* *Kita bisa* dan *berani berhutang besar* hanya *untuk mengadakan pesta* akhirnya *kita terus tenggelam dalam kemiskinan* dan *akhirnya hal yang pokok dalam hidup* seperti *pendidikan, kesehatan* dan *hal lain terabaikan.*  Kebanyakan *kita akhirnya lelah* menghadapi *kenyataan hidup, menjadi malas, tidak kreatif, terus menjadi miskin* tetapi *rela menggali lubang tutup lubang* hanya *untuk membiayai kesombongan, biar  miskin asal sombong.* Komunitas *SKK hadir dengan mengubah pola hidup yang salah* agar *hidup benar-benar hidup* sebagaimana *yang dirancangkan Tuhan bagi kita.*

*FIDELIS USQUE AD PROBATIONEM* = *SETIA SAMPAI TERBUKTI*

*Komunitas SKK* melalui *Bimbingan Hidup Sehat* baik *online maupun offline* menghadirkan *semangat hidup baru* dengan *menomorSATUkan jiwa.* Motto SKK *_Corpus Sanum in Mentem Sanam_* menjiwai *semangat SKK dalam mengelola hidup.* *Balok* dalam diri *akan dengan sendirinya hilang* jika *kita bertekun dalam mengelola jiwa.* Dan *jika terus bertekun kita akan membuktikannya sendiri* bagaimana *dahsyatnya perubahan hidup* sebagaimana *yang kita dengar melalui testimoni* anggota *SKK lama.* Saatnya *kita meninggalkan semangat menafkahi tubuh secara berlebihan* dan *mulai bertekun dalam menutrisi jiwa.* Menafkahi tubuh *bagi kita saat ini caranya sudah pasti* dengan *menghindari racun tubuh* dan *hidup dengan pola makan sekali sehari* yang *kita kenal dengan autophagy.* *Sakit* dan *penderitaan* yang *kita alami sekarang* adalah *undangan* untuk *masuk dalam semangat hidup baru* yang *ditawarkan Allah* melalui *berkat Bimbingan Hidup Sehat* bersama *Opa* dalam *Komunitas SKK.* Pasti *kita bertanya makanan jiwa itu bagaimana modelnya* dan *jawabannya* sederhana, *makanan jiwa itu* adalah *semua perbuatan baik.* *Berbuat baik* bagi *diri, alam* dan *sesama* yang *sama artinya* dengan *berbuat baik kepada Tuhan.* Bagi *umat kristiani kita bisa melatih diri* dan *mengukur sejauh mana perbuatan baik kita* melalui *Sembilan buah Roh.* Bisa dibaca pada *_Galatia 5:22-23,_* *kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan,* dan *penguasaan diri.* Setiap hari *bisa kita ukur sejauh mana kasih kita* bagi *diri, alam* dan *sesama,* juga *kita bisa bertanya diri* sejauh mana *kesabaran, kebaikan, sukacita saya bagi diri, alam* dan *sesama.* *Opa mengajak kita* untuk *terus bertekun dalam kesetiaan pada pola hidup ini.* Mari *bersama Komunitas SKK berjuang* untuk *setia sampai terbukti.* Ingatlah semangat ini selalu *_FIDELIS USQUE AD PROBATIONEM, Setialah sampai terbukti._* 
*Salam Sukacita.* 👍❤😀

Porat Antonius

Dirangkum okeh
*TEAMBHSKOCARKACIRSKK.*
 👍❤😀

_Niko Boleng_

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

Jangan Takut, Allah Menyertai Kita - Oleh Porat Antonius - BHSO Klaten 7 Agt 2021

Kita diminta jangan takut. Kalau kita takut, banyak hal yang buruk terjadi pada kita. Bersukacitalah. Sebenarnya dalam ilmu kedokteran, sukacita sudah diakui sebagai obat dan sudah dirumuskan dalam apa yang disebut Placebo. Dari bahasa Latin, placebo domino in regione vivorum. Secara mudahnya diterjemahkan “Saya bersukacita karena Allah hadir dalam hidup dalam hidupku”. Namun belakangan ini muncul istilah Nocebo, menakut-nakuti. Orang ditakuti-takuti dengan penyakit sampai harus makan obat seumur hidup. Tidak disadari banyak orang, bahwa pandemi sekarang ini adalah wujud nocebo. Diekspos kemana-mana virus ini sudah ada varian baru, varian ini dan itu. Itu semua meningkatkan ketakutan kita. Karena itu, makin banyak yang menderita karena makin cemas. Apalagi, setelah vaksin pertama kena covid, vaksin kedua masih takut. Masih takut lagi maka ditambah dengan booster. Akhirnya tubuh kita penuh vaksin. Ini semua praktek nocebo. Saya minta anggota SKK tidak perlu takut.  Sebagai warga neg...