*Opa* dalam setiap kesempatan *terus menegaskan* bahwa *manusia terdiri* dari *tubuh* dan *jiwa.* Ketika *dunia memberi perhatian lebih* pada *tubuh,* *Opa* melalui *BHS bagi Komunitas SKK* terus *mengajak kita memberi perHATIan pertama* dan *terutama pada jiwa.* Sore ini *Opa kembali memberi pesan penting* untuk *memberi HATI* pada *jiwa.*
*JIWA ITU DRIVER DIRI*
*Manusia sesungguhnya terdiri* atas *tubuh* dan *jiwa.* Ibarat mobil *jiwa itu drivernya.* Jika *drivernya mabuk* maka *mobil akan menghadirkan kehancuran* karena *menabrak semua hal di luar jalurnya.* Yang *hancur bukan hanya benda yang ditabrak,* *mobilnya* sendiri juga *ringsek.* *_Jiwa itu abadi, jiwa tidak mati._* Agar *driver membawa mobil pada jalur yang benar* dan *menolong tidak hanya dirinya sendiri* melainkan juga *orang lain* maka *driver perlu diberi perhatian lebih.* *Driver* perlu *diberi makanan bernutrisi baik* dan *lengkap* agar *benar-benar mampu mengemudi diri menuju tujuan hidup.*
Jika *jiwa keluar dari tubuh* maka *tubuh menjadi mayat.* Maka *seharusnya yang dipelihara pertama* dan *terutama* adalah *jiwa.* *Makanan jiwalah* yang *seharusnya menjadi prioritas hidup kita.* *Orang Kristen* sudah *diingatkan dari awal* bahwa *_manusia tidak hidup dari roti_* dan *_air anggur saja melainkan dari Firman._* *Firman* itulah *makanan pokok jiwa.* Kebanyakan *kita tidak peduli pada Firman,* bahkan *banyak anggota SKK* jika *tidak bergabung di SKK lupa pergi ke gereja, masjid* atau *tempat ibadat lainnya.* Padahal *seharusnya kita memiliki upaya lebih ke tempat ibadat kita masing-masing* karena *di sana kita bisa mendapatkan makanan jiwa* itu. *Firman menuntun kita* untuk *mengasihi, terus mengampuni, tidak cemas apalagi takut, terus berjuang, bertumbuh dalam harapan* dan *berbagai perbuatan baik lainnya Itulah *makanan* yang *menutrisi jiwa* agar *jiwa menjadi pengemudi* yang *baik,* yang *membawa diri ke jalan yang benar.* Ini *harus terus menjadi perhatian pribadi.* Ketika *kita ke dokter yang diurus* adalah *tubuh,* bukan *jiwa.* *Jiwa* bukanlah *urusan mereka.* *Dokter* bisa dikatakan *mengurus mayat,* ketika *dioperasi kita dijadikan mayat dulu* alias *dibius baru dioperasi.* *Opa* kembali *mengingatkan komunitas SKK* agar *menomorsatukan makanan jiwa.* Sederhananya *makanan jiwa* adalah *perbuatan baik.* Perbuatan baik *itulah nutrisi terlengkap bagi jiwa.* *Perbuatan baik* itu *sifatnya keluar diri,* untuk *yang lain di luar diri* tetapi *modalnya kembali berlipat ganda kepada diri sendiri* bahkan *sesama makhluk.* Ketika *kita berbuat baik* kepada *pisang, kita tanam* dan *rawat* maka *pisang akan membalas kebaikan kita jauh sebelum menghasilkan buah.* *Kita* tidak bisa *takar seberapa banyak oksigen* yang *diproduksi* dan *kita hirup,* seberapa *segar hijau daunnya menyegarkan mata.* Sebagaimana *jiwa itu hidup* maka *makanan jiwa* pun *sebagaimana sifat ilahi jiwa sendiri hidup* dan *menghidupkan.* *Anjing* misalnya *akan sangat baik* ketika *menerima kebaikan kita* dan *akan berlaku sebaliknya* ketika *kita bertindak sebaliknya.* Jadi *kita* terutama *jiwa kita* harus *diberi makanan berupa perbuatan baik* kepada *alam, hewan,* dan *terutama kepada sesama kita.* *Perbuatan baik kita* kepada *Tuhan* tidak perlu *kita tunjukan dengan berlutut berjam-jam di tempat ibadat.* *Tidak perlu juga* dengan *hanya menunduk hormat ketika berdoa.* Kita *tidak juga dengan mengatur suara sebaik-baiknya ketika mendaraskan doa* dan *lagu.* Semua itu *akan menjadi tidak bermakna* ketika *kita tidak berlutut, tidak bersikap hormat* dan *bersuara baik kepada sesama.* *Berbuat baik kepada Tuhan itu terutama* dengan *_menjalankan perintahNya_* dan *_menjauhi laranganNya._* Semua itu *makanan yang sangat dibutuhkan jiwa* agar *menuntun diri menuju tujuan hidup* darimana *jiwa berasal.*
*Salam Sukacita.* 👍❤😀
By
*TEAMBHSKOCARKACIRSKK.*
👍❤😀
_Niko Boleng_
Comments
Post a Comment