Skip to main content

HATI IBARAT PENGEMUDI DIRI - BHS TDM - 28 Jan 2026



*Opa* dalam setiap kesempatan *terus menegaskan* bahwa *manusia terdiri* dari *tubuh* dan *jiwa.* Ketika *dunia memberi perhatian lebih* pada *tubuh,* *Opa* melalui *BHS bagi Komunitas SKK* terus *mengajak kita memberi perHATIan pertama* dan *terutama pada jiwa.* Sore ini *Opa kembali memberi pesan penting* untuk *memberi HATI* pada *jiwa.*   

*JIWA ITU DRIVER DIRI*

*Manusia sesungguhnya terdiri* atas *tubuh* dan *jiwa.* Ibarat mobil *jiwa itu drivernya.* Jika *drivernya mabuk* maka *mobil akan menghadirkan kehancuran* karena *menabrak semua hal di luar jalurnya.* Yang *hancur bukan hanya benda yang ditabrak,* *mobilnya* sendiri juga *ringsek.* *_Jiwa itu abadi, jiwa tidak mati._* Agar *driver membawa mobil pada jalur yang benar* dan *menolong tidak hanya dirinya sendiri* melainkan juga *orang lain* maka *driver perlu diberi perhatian lebih.* *Driver* perlu *diberi makanan bernutrisi baik* dan *lengkap* agar *benar-benar mampu mengemudi diri menuju tujuan hidup.* 

Jika *jiwa keluar dari tubuh* maka *tubuh menjadi mayat.* Maka *seharusnya yang dipelihara pertama* dan *terutama* adalah *jiwa.* *Makanan jiwalah* yang *seharusnya menjadi prioritas hidup kita.* *Orang Kristen* sudah *diingatkan dari awal* bahwa *_manusia tidak hidup dari roti_* dan *_air anggur saja melainkan dari Firman._* *Firman* itulah *makanan pokok jiwa.* Kebanyakan *kita tidak peduli pada Firman,* bahkan *banyak anggota SKK* jika *tidak bergabung di SKK lupa pergi ke gereja, masjid* atau *tempat ibadat lainnya.* Padahal *seharusnya kita memiliki upaya lebih ke tempat ibadat kita masing-masing* karena *di sana kita bisa mendapatkan makanan jiwa* itu. *Firman menuntun kita* untuk *mengasihi, terus mengampuni, tidak cemas apalagi takut, terus berjuang, bertumbuh dalam harapan* dan *berbagai perbuatan baik lainnya Itulah *makanan* yang *menutrisi jiwa* agar *jiwa menjadi pengemudi* yang *baik,* yang *membawa diri ke jalan yang benar.* Ini *harus terus menjadi perhatian pribadi.* Ketika *kita ke dokter yang diurus* adalah *tubuh,* bukan *jiwa.* *Jiwa* bukanlah *urusan mereka.* *Dokter* bisa dikatakan *mengurus mayat,* ketika *dioperasi kita dijadikan mayat dulu* alias *dibius baru dioperasi.* *Opa* kembali *mengingatkan komunitas SKK* agar *menomorsatukan makanan jiwa.* Sederhananya *makanan jiwa* adalah *perbuatan baik.* Perbuatan baik *itulah nutrisi terlengkap bagi jiwa.* *Perbuatan baik* itu *sifatnya keluar diri,* untuk *yang lain di luar diri* tetapi *modalnya kembali berlipat ganda kepada diri sendiri* bahkan *sesama makhluk.* Ketika *kita berbuat baik* kepada *pisang, kita tanam* dan *rawat* maka *pisang akan membalas kebaikan kita jauh sebelum menghasilkan buah.* *Kita* tidak bisa *takar seberapa banyak oksigen* yang *diproduksi* dan *kita hirup,* seberapa *segar hijau daunnya menyegarkan mata.* Sebagaimana *jiwa itu hidup* maka *makanan jiwa* pun *sebagaimana sifat ilahi jiwa sendiri hidup* dan *menghidupkan.* *Anjing* misalnya *akan sangat baik* ketika *menerima kebaikan kita* dan *akan berlaku sebaliknya* ketika *kita bertindak sebaliknya.* Jadi *kita* terutama *jiwa kita* harus *diberi makanan berupa perbuatan baik* kepada *alam, hewan,* dan *terutama kepada sesama kita.* *Perbuatan baik kita* kepada *Tuhan* tidak perlu *kita tunjukan dengan berlutut berjam-jam di tempat ibadat.* *Tidak perlu juga* dengan *hanya menunduk hormat ketika berdoa.* Kita *tidak juga dengan mengatur suara sebaik-baiknya ketika mendaraskan doa* dan *lagu.* Semua itu *akan menjadi tidak bermakna* ketika *kita tidak berlutut, tidak bersikap hormat* dan *bersuara baik kepada sesama.* *Berbuat baik kepada Tuhan itu terutama* dengan *_menjalankan perintahNya_* dan *_menjauhi laranganNya._* Semua itu *makanan yang sangat dibutuhkan jiwa* agar *menuntun diri menuju tujuan hidup* darimana *jiwa berasal.* 
*Salam Sukacita.* 👍❤😀


By
*TEAMBHSKOCARKACIRSKK.*
 👍❤😀

_Niko Boleng_

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

Jangan Takut, Allah Menyertai Kita - Oleh Porat Antonius - BHSO Klaten 7 Agt 2021

Kita diminta jangan takut. Kalau kita takut, banyak hal yang buruk terjadi pada kita. Bersukacitalah. Sebenarnya dalam ilmu kedokteran, sukacita sudah diakui sebagai obat dan sudah dirumuskan dalam apa yang disebut Placebo. Dari bahasa Latin, placebo domino in regione vivorum. Secara mudahnya diterjemahkan “Saya bersukacita karena Allah hadir dalam hidup dalam hidupku”. Namun belakangan ini muncul istilah Nocebo, menakut-nakuti. Orang ditakuti-takuti dengan penyakit sampai harus makan obat seumur hidup. Tidak disadari banyak orang, bahwa pandemi sekarang ini adalah wujud nocebo. Diekspos kemana-mana virus ini sudah ada varian baru, varian ini dan itu. Itu semua meningkatkan ketakutan kita. Karena itu, makin banyak yang menderita karena makin cemas. Apalagi, setelah vaksin pertama kena covid, vaksin kedua masih takut. Masih takut lagi maka ditambah dengan booster. Akhirnya tubuh kita penuh vaksin. Ini semua praktek nocebo. Saya minta anggota SKK tidak perlu takut.  Sebagai warga neg...