Skip to main content

CAHAYA NILAI SKK UNTUK ANAK-ANAK SKK part2 - BHS TDM 21 Jan 2026



Secara  fisik anak-anak SKK  sudah  memanen hidup sehat.  Tugas  selanjutnya sebagai orang tua  adalah  menghadirkan cahaya nilai SKK  ke dalam  hidup anak-anak kita.  Ini  perlu  menjadi  perhatian utama para orang tua  dalam  Komunitas SKK.  Berikut  beberapa nilai penting  yang  perlu ditanamkan sejak dini.    


 ANAK BUKAN OBJEK AJAR MELAINKAN SUBJEK BELAJAR 


 Disadari  atau  tidak  kebanyakan  kita sebagai orang tua  menempatkan  anak-anak kita sebagai objek  yang  harus terus dijejali  dengan  berbagai ajaran  dan  nasehat.  Kita  sering menempatkan anak sebagai orang  yang  belum tahu apa-apa.  Kita  kurang memberi ruang belajar bagi anak,  padahal  ruang itu sangat diperlukan anak  agar  belajar nilai-nilai luhur sejak kecil.  Sebagai  orang tua kita perlu membangun sikap yang tepat  agar  ruang belajar bagi anak-anak kita  tetap  terjaga baik.  (1)  Ketika anak berbuat salah,  sikap  orang tua yang tepat  adalah  menunjukan hal baik  dan  benar.  Kebanyakan  orang tua lebih fokus  pada  kesalahan anak.  Sikap ini  menjadikan anak  tidak  sanggup melihat nilai lain  selain  meratapi kesalahannya.  Ruang  belajar melihat nilai lain tertutup  dengan  sikap orang tua  yang  terlalu menitikberatkan perhatian  pada  kesalahan anak.   Menegur itu  bukan  menunjuk yang salah  tetapi  menunjuk yang baik  dan  benar yang seharusnya.  Dengan demikian  kita menyediakan ruang belajar bagi anak  agar  menemukan sendiri nilai baik lain  sebagai ganti  nilai yang salah.   Nilai baik  yang  anak temukan sendiri menuntunnya menyadari kesalahannya  dan  menjadikannya terus berubah  dan  bertumbuh.  (2)  Mengubah orang apalagi anak  tidak boleh  disertai dengan harapan  bahkan  paksaan  untuk  segera melihat hasilnya.  Yang  kita sampaikan sekarang  bisa jadi  sepuluh tahun lagi baru kita lihat  dan  panen hasilnya.  Apa yang  kita sampaikan sekarang  lebih  dominan tentang masa depan anak-anak.  Sesungguhnya  masa depan ini sudah kita capai  dan  lalui  sedangkan  bagi mereka belum waktunya.  Kita  sebaiknya benar-benar bersabar menuggu waktu mereka  sampai  pada masa depan  yang  sudah kita lalui  dan  di saat itulah baru terlihat buahnya.  Bisa jadi  10 tahun  atau  lebih,  hanya  perlu kita bersabar menunggu saat perubahan itu tiba.  (3)  Memberi ruang kepercayaan kepada anak.   Kepercayaan diri  sering  kita latih  dan  bahkan diberi kursus.  Padahal bagi Opa  kepercayaan diri itu diperoleh  dengan  mengisi hidup dalam kebaikan.  Mengisi  hidup dengan hal-hal baik  akan  dengan sendirinya melahirkan kepercayaan diri.  Ketika  otak diisi dengan kebaikan  yang  ditimbah dari membaca, dari belajar pada orang tua  dan  berbagai ruang baik lainnya terlebih dalam rumah  maka  pengetahuan  dan  hal baik itu  bahkan  tersimpan rapih di alam bawah sadar  yang  akan muncul pada waktu yang tepat  terlebih  ketika dibutuhkan.  Ketika  sudah melengkapi diri  dengan  berbagai hal baik  maka  kepercayaan diri akan lahir.   Kepercayaan diri  ini juga  akan menghadirkan kepercayaan  dari  orang lain  bahkan  terlebih dari Tuhan.  (4)  Memberi ruang  dan  kesempatan pada anak  untuk belajar  mengatur, mengontrol, disiplin, taat hukum  dan  mengendalikan orang lain.  Ini  menjadi ruang  dan  waktu yang baik  untuk  melatih kepemimpinan sejak dini.  Hampir  di seluruh dunia  tidak  kita dapatkan pemimpin berkualitas  karena  tidak ada pengalaman kepemimpinan dari rumah.  Semua terjadi  ketika menjadi pemimpin setelah dewasa  dan  pada saat itu dia baru belajar memimpin.  Padahal  kita bisa lakukan sejak dini di rumah.   Opa menegaskan  Komunitas SKK  harus bisa melahirkan pemimpin  yang  berkualitas  dan  ini dipersiapkan sejak dini di keluarga.  Ada  pengalaman menarik  dan  penting ini  didapat  ketika Opa membuat kesepakatan  dengan  anak-anak TDM  perihal  makan.  Opa  dengan tahu  dan  mau melanggar kesepakatan  dan  terlihat sekali  bagaimana  anak-anak TDM bereaksi  yang  menunjukan bagaimana mereka pertumbuh  dalam  semangat kepemimpinan  dengan  menertibkan Opa  dan  mengatur agar tidak ada lagi  yang  melanggar kesepakatan.  Mereka  dilatih melahirkan gagasan, mengeksekusi  dan  mengontrol.  Itulah  leadership.  Orang tua  harus belajar mengikuti pola ini.  (5)  Menumbuhkan kepedulian sejak dini  juga  menjadi bagian penting menularkan cahaya nilai SKK pada anak.  Dan  kesempatan paling berharga  adalah  di rumah.  Ada  bahayanya  jika  anak terlalu dibiarkan  dengan  berbagai kegiatan di luar rumah,  entah itu  pengembangan bakat, pelajaran  atau  keahlian lainnya.  Anak  akhirnya lebih sering  dengan  orang lain  dari pada  dengan orang tua.  Kondisi ini  akan terlihat ketika dia dewasa.  Dia  tidak akan peduli dengan orang tua  apalagi  dengan yang lainnya di rumah.  Dia  akan sangat peduli dengan hal-hal lain  karena  sudah tertanam sejak dini.  Jangan heran  ketika tua orang tua  dititipkan di panti jompoh  karena  ketika orang tua sibuk  saat itu  anak-anak ditiitipkan  dalam  pengasuhan orang lain  di tempat  penitipan anak  misalnya.  Opa menegaskan  agar  orang tua SKK  harus  menghadirkan kasih, kepedulian  dan  menyediakan waktu mendengarkan anak-anak.   Pengalaman  dan  pengetahuan ini  akan  masuk ke alam bawah sadar  dan  akan muncul  tepat  pada saat kita butuhkan. 


 Berita menariknya  ketika  Opa menyampaikan  bahwa  cahaya nilai SKK telah menjangkau anak-anak SKK. Mereka  tidak saja sehat secara fisik  tetapi  sudah memancarkan nilai-nilai SKK.   Anak-anak SKK  itu  terbuka, fair,  dan  berani mengemukakan pikirannya.     Cahaya ini    akan  terus bernyala  jika  orang tua terus menerima anak  sebagai    subjek belajar    bukan    objek untuk diajar.    

 Salam Sukacita  👍❤😀


 Dirangkum olehTEAMBHSKOCARKACIRSKK.  By  Niko Boleng  

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

SKK Infografis Aneka Pesan

IMAGO DEI: ANTARA KEMULIAAN CIPTAAN DAN MISI MULIA -Café Mekon Indah - 10 Januari 2026

Sebagaimana yang   kita baca   dalam   kisah penciptaan   pada   Alkitab, manusia  diciptakan   tidak hanya   melalui Firman Tuhan   dengan   rumusan berbeda   tetapi   juga dengan proses yang berbeda   dari   makhluk ciptaan yang lain.   Ini   menunjukan kemuliaan manusia sebagai ciptaan.     Kemuliaan manusia sebagai ciptaan   sejatinya   juga dalam waktu yang sama    membawa   misi mulia yang diembannya.       Sambil menikmati kopi di CafĂ© Mekon Indah     setelah     kuliah umum bertema Brain Rot,       Opa menyampaikan beberapa pesan penting   untuk   Komunitas SKK.      KEMULIAAN CIPTAAN SEBAGAI IMAGO DEI     Berfirmanlah Allah,         “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar       dan       rupa Kita…” ...