Skip to main content

KOMUNITAS SKK ANTARA PERCAYA VS IMAN - Ngopi Time - LAHAT, 01 Maret 2026.

Percaya dan iman dalam keseharian kita sering digunakan secara bergantian. Walaupun demikian sesungguhnya ada perbedaan dalam makna dan tindakan yang mengikutinya. Ketika menikmati kopi menunggu berbuka , Opa secara khusus membahas bagaimana seharusnya Komunitas SKK mengambil sikap antara percaya dan iman.   

  IMAN BAGI KOMUNITAS SKK  

Yang membedakan percaya dan iman terletak pada mengerti. Percaya mengandalkan pengertian. Ketika cocok dengan pengertian kita maka kita akan percaya. Kebanyakan kita terjebak pada kecenderungan untuk mendasarkan diri pada pengertian. Dan kecenderungan ini juga menghambat banyak dari kita bertumbuh dalam komunitas SKK. Kita bahkan gagal bertumbuh karena memaksakan kecenderungan untuk mengerti padahal Opa menegaskan bahwa sebenarnya kebanyakan kita juga cenderung tidak total mengerti. Sudah kurang sempurna dalam pengertian tetapi mau mendasarkan diri pada pengertian dan itulah penyakit kebanyakan kita.   

Yang dibutuhkan Komunitas SKK adalah iman. Dan bagi Opa, kualitas iman tertinggi yang dibutuhkan dalam Komunitas SKK adalah 'nurut saja' walaupun tidak mengerti. Yang nurut saja tanpa banyak bertanya tentang racun tubuh yang diterima akan lebih cepat sembuh. Yang mengandalkan pengertian akan gizi, nutrisi dan pakem kesehatan yang selama ini dihidupi maka akan sangat menghambat pertumbuhannya. Bahkan orang yang ikut saja karena takut akan kesehatannya akan jauh lebih berkembang daripada mereka yang terus menyandarkan diri pada pengertiannya. Opa tidak mungkin menjelaskan setiap racun tubuh yang kita terima karena waktu yang sangat terbatas. 'Nurut saja' sungguh menjadi ujian bagi kita dan sekaligus 'nurut saja' menjadi semangat yang harus terus dihidupi oleh Komunitas SKK. Nurut saja, jalani saja akan menjamin pertumbuhan maksimal kita dalam Komunitas SKK.   
  
  TEAMBHSKOCARKACIRSKK by Niko Boleng.    

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

Hidup Dalam Perspektif Allah

Cuplikan dari Buku Eksegese Orang Jalanan  Karya  Porat Antonius Minggu Hari Raya Pentakosta, Tahun A Sense of belonging merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia. Sense of belonging tidak sama dengan to have. Sense of belonging lebih dari to have. Memiliki sense of belonging ada kepenuhan yang berarti juga ada kepuasan. Sementara to have berhubungan dg memiliki tetapi belum mencapai kepenuhan apalagi kepuasan. Yang dipaparkan dalam ketiga bacaan minggu Pentakosta ini adalah gambaran tentang hidup dengan sense of belonging. Yaitu menggambarkan tawaran Allah untuk manusia. Allah menawarkan kepenuhan hidup kepada manusia. Allah juga menawarkan jalan menuju kepenuhan hidup itu yakni melalui beriman kepada Yesus, mendengarkan firman Nya dan melakukan kehendak Nya. Semua ini bukan untuk Yesus melainkan untuk manusia. Manusia lah yang mengalami kepenuhan. Dari sudut pandang ketiga bacaan, masalah yang ada pada manusia itu terletak pada hidup yang tidak berdasarkan...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...