Percaya dan iman dalam keseharian kita sering digunakan secara bergantian. Walaupun demikian sesungguhnya ada perbedaan dalam makna dan tindakan yang mengikutinya. Ketika menikmati kopi menunggu berbuka , Opa secara khusus membahas bagaimana seharusnya Komunitas SKK mengambil sikap antara percaya dan iman.
IMAN BAGI KOMUNITAS SKK
Yang membedakan percaya dan iman terletak pada mengerti. Percaya mengandalkan pengertian. Ketika cocok dengan pengertian kita maka kita akan percaya. Kebanyakan kita terjebak pada kecenderungan untuk mendasarkan diri pada pengertian. Dan kecenderungan ini juga menghambat banyak dari kita bertumbuh dalam komunitas SKK. Kita bahkan gagal bertumbuh karena memaksakan kecenderungan untuk mengerti padahal Opa menegaskan bahwa sebenarnya kebanyakan kita juga cenderung tidak total mengerti. Sudah kurang sempurna dalam pengertian tetapi mau mendasarkan diri pada pengertian dan itulah penyakit kebanyakan kita.
Yang dibutuhkan Komunitas SKK adalah iman. Dan bagi Opa, kualitas iman tertinggi yang dibutuhkan dalam Komunitas SKK adalah 'nurut saja' walaupun tidak mengerti. Yang nurut saja tanpa banyak bertanya tentang racun tubuh yang diterima akan lebih cepat sembuh. Yang mengandalkan pengertian akan gizi, nutrisi dan pakem kesehatan yang selama ini dihidupi maka akan sangat menghambat pertumbuhannya. Bahkan orang yang ikut saja karena takut akan kesehatannya akan jauh lebih berkembang daripada mereka yang terus menyandarkan diri pada pengertiannya. Opa tidak mungkin menjelaskan setiap racun tubuh yang kita terima karena waktu yang sangat terbatas. 'Nurut saja' sungguh menjadi ujian bagi kita dan sekaligus 'nurut saja' menjadi semangat yang harus terus dihidupi oleh Komunitas SKK. Nurut saja, jalani saja akan menjamin pertumbuhan maksimal kita dalam Komunitas SKK.
TEAMBHSKOCARKACIRSKK by Niko Boleng.
Comments
Post a Comment