Skip to main content

HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT YANG MANJUR - BHS TDM 26 Jan 26

 Mengelola kesehatan  sejatinya  tidak melulu melalui tindakan medis.   Kesadaran  ini  bukan baru muncul belakangan ini.  Sudah  sejak abad ke 10 SM,  sejak  jaman Raja Salomo sekitar tahun 970-930 SM,  kesadaran  akan kondisi hati menentukan kesehatan  terbaca dalam  Kitab Amsal 17:22,     “Hati yang gembira adalah obat yang manjur.”    Tidak  sekedar obat  bahkan  lebih lagi sebagai obat yang manjur.  Sore ini  Opa  mencerahkan  komunitas SKK  tentang  bagaimana hati  menentukan  kualitas kesehatan kita. 


 HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT YANG MANJUR 


Kutipan  Amsal 17:22  di atas  memperlihatkan bagaimana hati memainkan peran sangat penting  dalam  mengelola kualitas kesehatan kita.   Gembira  tidaksama  dengan tertawa  bahkan  sampai cekikikan sekalipun.  Sesungguhnya  hati yang gembira itu  tidak selalu  ditunjukan melalui ekspresi tertawa saja.  Bagi Opa  hati yang gembira itu bisa kita peroleh melalui  (1)  menerima diri.  Kita  menerima kenyataan  bahwa  kita sudah tua  misalnya  bahkan menerima bahwa kita lagi sakit  adalah  ekspresi hati yang gembira.  Ketika  kita bersikap sebaliknya  maka  hati kita menjadi gelisah, kacau  dan  bahkan memberatkan sakit kita.  Yang  paling tinggi kualitas hati yang gembira  bukan  pada sekedar menerima diri   melainkan  pada hati yang gembira  dalam  bekerja, berkarya  dan  berkreasi.  Kita  melakukan apa pun dalam kegembiraan  dan  sukacita.   Orang yang berkarya  tidak  pernah kekurangan bahan  untuk  mengajar.  Ini  bisa terjadi  karena  mengajar dari bahan  yang  telah dikerjakan sendiri.  Yang  berkarya selalu berkelimpahan bahan ajar bagi sesama.  Sedangkan  gembira bersama, ramai-ramai  itu  tidak buruk  tetapi  menunjukan tingkat kualitas  yang  rendah  dan  rendah pula pengaruhnya  bagi  kualitas kesehatan.   Orang  yang  berjuang menerima sakitnya kemudian mengabaikan sakit  dengan  terus bekerja dan berkarya  sesungguhnya  memperlihatkan kualitas hati gembira paling baik. 


 TAKUT PADA TUHAN 


Komunitas SKK  terus didorong meningkatkan kualitas kesehatan diri  melalui  berbagai kesempatan terlebih melalui BHS.  BHS SKK  menuntun kita agar menaruh per  HATI  an pokok  pada menutrisi hati.  Hati  yang gembira  menjadi  lebih berkualitas bagi Komunitas SKK  karena  juga diperkuat dengan sisi spiritualitas hidup.  Kita  dibimbing  untuk  takut pada Tuhan secara benar.   Takut pada Tuhan  tidak  berarti harus berlutut  dan  bersujud sesuai ritual pada agama  dan  keyakinan masing-masing.  Inti  takut pada Tuhan sejatinya  ada  pada dua hal pokok,     “Jauhi larangannya    dan    patuhi perintahNya.  ”    Kata takut pada Tuhan  tidak bisa  diartikan sebagai takwa dalam pengertian umum  yang  kita terima  seperti  rajin beribadat, mengikuti berbagai ritual  dan  berbagai tuntutan agamis lainnya.  Yang  perlu kita dorong  adalah  mengetahui perintah Tuhan  agar  dengan tekun melaksanakannya.  Dengan  demikian meningkatkan pengetahuan  akan  perintah Tuhan itu juga penting.  Bagaimana  bisa melaksanakan perintahNya  jika  kita tidak mau tahu  dan  tidak belajar sungguh  apa itu  perintahNya.  Teruslah  belajar supaya tahu  dan  setelah tahu kita lakukan  dalam  hidup harian kita.  Tidak  belajar itu sikap tidak baik.  Kita  perlu belajar terus  supaya  kita tahu yang benar  dan  itu yang kita hidupi,  dan  yang tidak benar  dan  itu yang dihindari.  Yang  sudah  kita ketahui,  kita  lakukan sungguh-sungguh.  Kita  tidak sekedar mengumpulkan pengetahuan  tanpa  melakukannya.  Yang  sudah diketahui  haruslah  dilakukan sungguh-sungguh.   Belajar dari Opa  ketika tahu bahwa,    “gampang mengikuti Aku, ciptakanlah suasana gembira di mana pun kau berada, bukankah injil itu khabar sukacita?”    Kita  semua sudah merasakan  dan  mengalami  bagaimana  Injil khabar sukacita dibawa Opa  dalam  setiap perjumpaan  dengan  siapa pun dalam hidupNya.  Opa  bahkan memperkuat pengetahuannya  dengan  membaca beberapa buku berisi cerita lucu  agar  bisa menghidupkan suasana.  Kesungguhan  melakukan yang diketahui ini  yang  terus didorong Opa bagi komunitas SKK  dan  ini memperkuat hati yang gembira  adalah  obat yang manjur.  Mari  terus meningkatkan kualitas hati  agar  memanen sehat secara mandiri  dan  tidak bergantung pada orang  lain  apalagi pada alat. 

 Salam Sukacita  👍❤😀


 NB: 

   Baca dan Hayati pesan Opa Anton ini  dengan Segenap hati utk dijalankan dalam hidup keseharian agar benar2 sehat jiwa dan badan.   

 TEAMBHSKOCARKACIRSKK. 

 👍❤😀


  Niko Boleng.  

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

Jangan Takut, Allah Menyertai Kita - Oleh Porat Antonius - BHSO Klaten 7 Agt 2021

Kita diminta jangan takut. Kalau kita takut, banyak hal yang buruk terjadi pada kita. Bersukacitalah. Sebenarnya dalam ilmu kedokteran, sukacita sudah diakui sebagai obat dan sudah dirumuskan dalam apa yang disebut Placebo. Dari bahasa Latin, placebo domino in regione vivorum. Secara mudahnya diterjemahkan “Saya bersukacita karena Allah hadir dalam hidup dalam hidupku”. Namun belakangan ini muncul istilah Nocebo, menakut-nakuti. Orang ditakuti-takuti dengan penyakit sampai harus makan obat seumur hidup. Tidak disadari banyak orang, bahwa pandemi sekarang ini adalah wujud nocebo. Diekspos kemana-mana virus ini sudah ada varian baru, varian ini dan itu. Itu semua meningkatkan ketakutan kita. Karena itu, makin banyak yang menderita karena makin cemas. Apalagi, setelah vaksin pertama kena covid, vaksin kedua masih takut. Masih takut lagi maka ditambah dengan booster. Akhirnya tubuh kita penuh vaksin. Ini semua praktek nocebo. Saya minta anggota SKK tidak perlu takut.  Sebagai warga neg...