Skip to main content

Posts

MERAWAT KONEKSI - BHS TDM - 23 Okt 2025

Betapapun hebatnya, manusia tidak pernah bisa hidup sendiri. Manusia memiliki koneksi dengan berbagai hal di luar dirinya. Koneksi itu turut menentukan hidupnya. Sore ini Opa menyampaikan pentingnya merawat koneksi itu. MERAWAT KONEKSI. Kata koneksi berakar dari bahasa Latin conectere (Com=bersama dan nectere=mengikat/menyambung) yang arti harafiahnya mengikat atau menyambung  bersama. Makna dasar ini menyiratkan bahwa terlepas dari ikatan itu akan berpengaruh pada diri kita sendiri. Manusia memiliki koneksi dengan sesama, dengan alam dan juga dengan Allah. Benarlah ungkapan Inggris "No man is an island." Agar ikatan itu berfungsi maksimal bagi pengembangan diri kita perlu merawatnya. Sebenarnya dasar dari merawat koneksi  diawali dengan merawat diri. Opa tidak jemu-jemunya membimbing kita agar terus merawat diri dari berbagai aspek. Secara fisik kita cukup taat racun dan menjadikan mandi dari dalam alias minum air sebagai habitus rutin. Agar aspek fisik kita prima kita perku...

KESAKTIAN JIWA VS KESAKTIAN TUBUH - BANDARA SOETTA - 24 Okt 2025

Ketika berada di ruang tunggu Bandara Soeta - Jakarta.  Opa berbicara kembali tentang Kesaktian Tubuh dan Kesaktian Jiwa.  Opa mempertajam kembali dengan menghadirkan Kisah Kesaktian Bandung Bondowoso dan Loro Jonggrang. Berikut beberapa hal baru yang bisa menjadi pelajaran hidup kita GAGALNYA PENYATUAN KESAKTIAN. Kisah Bandung Bondowoso dan Loro Jonggrang sesungguhnya mewakili dua kesaktian yang ada pada manusia. Bandung Bondowoso mewakili kesaktian jiwa. Walaupun gagal membangun candi sesuai permintaan Loro Jonggrang tetapi hasil karyanya tetap abadi. Itulah ciri kesaktian jiwa, ia akan menjadi Monumen Keabadian. Pada Loro Jonggrang kita menyaksikan kesaktian tubuh. Kesaktian tubuh terpampang nyata melalui kecantikan raganya. Selain kecantikan tubuh, kesaktian fisik lain dari Loro Jonggrang adalah  kecerdasannya. Dengan akal cerdiknya dia menggerakan orang-orangnya memancing ayam berkokok tanda pagi sudah datang. kecerdasannya  menggagalkan karya Bandung Bondowoso....

TERTULAR - GREEN VALLEY BANDUNGAN SEMARANG - 25 Okt 2025

Pagi ini di teras depan Kamar Opa dan Komandan Je Be kami menikmati  suasana pedesaan yang sudah sangat jarang ditemui. Ada desiran air kali mengalir di lembah kecil depan penginapan, ada kicau burung bahkan terlihat tupai asyik bercengkerama di pohon depan mata kami. Suasana alam ini sepertinya menghadirkan ilham ke Komandan Je Be dengan bertanya,"  Apakah kita tertular dari Bunda Maria setelah berziarah dan seperti apa kesiapan kita menyambut ziarah Bunda Maria ke rumah kita masing-masing? Pertayaan Komdan Je Be memantik penjelasan lanjutan dari Opa terkait Pesan Bunda Maria dalam Ziarah kali ini. TERTULAR. Dalam Bahasa Latin menular dan atau tertular adalah contingere yang terdiri dari dua kata Con = bersama dan tangere = menyentuh. Contingere atau contagio dalam kata bendanya mengisyaratkan ada kontak atau perjumpaan. Yang menjadikan orang tertular bukan kontak atau perjumpaan ala kadarnya melainkan perjumpaan yang mendalam, yang intens. Intensitas perjumpaan tidak saja se...

JEBAKAN KESOMBONGAN SPIRITUAL vs HIDUP UNTUK MENGHIDUPI - SEMARANG - 27 Okt 2025

Setiap detik adalah hujan inspirasi untuk hidup jika bersama Opa. Demikianpun di saat menunggu keberangkatan kembali ke Kupang sambil ditemani Kopi dan kebersamaan SKK Semarang yang luar biasa rahmat itu terus menghujani kami melalui dan dalam detik-detik kebersamaan. Singkatnya waktu kebersamaan tidak pernah mampu mempersingkat rahmat. Rahmat tetap dalam keutuhannya.  JEBAKAN KESOMBONGAN SPIRITUAL. Banyak kita mengukur spiritualitas kita dengan mengunjungi tempat ziarah bersejarah seperti Lourdes misalnya. Sesungguhnya berziarah ke tempat bersejarah secara rohani bukanlah sebuah kesalahan. Yang sering terjadi tanpa kita sadari adalah jebakan kesombongan yang disisipkan setan. Cerita kita mungkin saja awalnya bertujuan menginspirasi sesama tetapi tanpa sadar kita tergelincir pada kesombongan rohani. Cerita kita malah bisa berimbas sebaliknya. Sesama yang mendengar kisah kita bisa malah terbebani bahwa kami tidak mungkin bisa ke sana karena kehidupan ekonomi yang tidak memungkinkan....

MEMBERI DARI KEKURANGAN - BHS TDM - 29 Okt 2025

Pesan Injil "memberi dari kekurangan" sejauh ini kita maknai sebagai pesan memberi dengan tulus bahkan dalam keterbatasan. Sore ini Opa memberi pesan cukup berbeda dari yang biasa kita maknai. Memberi dari kekurangan menurut Opa spiritnya adalah bahwa kita mengurangi kebutuhan tertentu supaya akhirnya kita bisa memberi. Hal ini sudah dijalankan Komunitas SKK sejauh ini. Kita mengurangi dua kali makan dengan pola Authophagy sehingga bisa digunakan untuk memberi. Kita dengan ketat mengurangi ngemil, membatasi pemakaian dana agar darinya kita bisa bersedekah. Inilah semangat Teologis "Memberi dari kekekurangan."  HIDUP UNTUK MENGHIDUPKAN MENJADIKAN HIDUP LEBIH HIDUP.  Memberi dari kekurangan sesungguhnya memperkuat filosofi hidup untuk menghidupkan. Opa menegaskan secara khusus bagi para orang tua agar benar-benar mengurangi pola hidup yang tidak perlu dan menyisihkannya untuk anak-anak. Pada waktunya anak-anak akan menghidupkan kita. Dan lebih dari itu anak-anak kita ...

SEMUA DOA DARI SIAPAPUN DIDENGARKAN ALLAH - BHS TDM-27 Okt 25

  Bacaan Minggu, 26 Oktober 2025 menampilkan isu yang cukup kontradiktif dengan kenyataan hidup manusia. Miskin dan cap pendosa (pemungut cukai) menjadi kondisi yang paling dihindari ternyata justru diterima Allah sebaliknya menjadi kaya yang adalah dambaan setiap insan malah doanya tidak menembus awan. Yang dihindari malah doanya menembus awan, sedangkan yang didambakan malah terjadi sebaliknya. Banyak penjelasan yang kita dengar dan baca sering berkutat hanya pada moral umum bukan moral injil. Berikut beberapa penjelasan Opa menampilkan sesuatu yang sering luput dari permenungan kita.   ALLAH TIDAK PERNAH PILIH KASIH. Bacaan Hari Minggu kemarin seakan menghadirkan konflik dalam diri. Semua orang mau menjadi kaya dan masuk surga sementara yang doanya menembus awan justru orang miskin. Dunia membenci kemiskinan sementara justru doa orang miskin yang didengar Tuhan. Orang bisa saja* sampai pada pandangan bahwa mau kaya salah, mau miskin tidak enak, persetan dengan semua it...

BERIMAN YANG BENAR VS BERIMAN YANG KELIRU. - BHS Lampung- 5 Okt 2025

  Beragama  sekian lama sepertinya tidak membawa perubahan dalam beriman maupun dalam kehidupan pada umumnya. Hidup di negara yang  tidak memperlihatkan beragama dalam kartu identitasnya ternyata lebih baik hidupnya secara ekonomi dan lebih damai secara sosial dibandingkan di negara yang agamanya wajib dicantumkan dalam kartu identitas dirinya. Realita ini menghadirkan aneka pertanyaan salah satunya adakah yang salah dengan kehidupan beragama kita? Kedua, sudah benarkah hidup beragama itu identik dengan beriman?  Berikut Opa mengajak kita menjalankan hidup beriman secara benar.   BERAGAMA YANG BENAR DAN BERIMAN  YANG BENAR.  Banyak dari antara kita yang sudah merasa bertekun dalam beragama yang identik dengan beriman. Tetapi hidup sepertinya tidak lebih baik secara ekonomi dan tidak lebih baik secara sosial. Keluhan tetap menjadi makanan harian bahkan  Keluhan yang sama juga diungkap  dirumah-rumah Ibadat. Mestinya beragama dan beriman m...