Skip to main content

MODAL MENJADI MANUSIAMU HANYA 2% Ngopi Time SOLO, 06 MARET 2026

 

Prosentasi perbedaan manusia  dan  hewan  tertentu terbilang  cukup tipis.  Dengan  kera perbedaan secara genetika  sekitar  7%, orang utan sekitar 3%,  dan  gorilla sebesar 2%.  dengan  Simpanse  &  Banobo  malah  kemiripannya kurang dari 2%  tepatnya  1,2% saja.  Ketika ngopi santai di Solo,  Opa  mengajak  Komunitas SKK  memberi makna  pada kecilnya prosentasi 2%  yang  menjadikan kita manusia. 


 2% MENUJU MANUSIA 


Ciptaan lain  selain manusia  baik  tumbuhan  maupun  hewan diciptakan  untuk  menjadi bagian total  dari  alam.  Karena  menjadi bagian total dari alam  maka  apa pun yang dilakukan  sebatas  naluri alam  dan  relasi mereka umumnya terhubung  dengan  alam.   Manusia  juga  berelasi dengan alam  karenanya  ada sisi kesamaan  dengan  ciptaan  lain itu.  Kemiripan dalam relasi  dengan  alam sangatlah besar.  Dan  yang membedakan manusia  dengan  ciptaan  lain  sangatlah kecil  dan  itulah yang harus dibina.  Jadi  yang harus dibina manusia  adalah  relasi  dengan  yang spirit yang tidak bisa dilakukan  oleh  ciptaan  lain.  Relasi  dengan  spirit itulah  yang  menjadikan kita manusia.  


 Secara biologis,  yang  menjadikan kita manusia  itu  hanya 2%.  2%  itulah spirit  dan  bagaimana relasi dengan spirit  itulah  yang bisa mengalahkan 98%  kesamaan  dengan ciptaan lain.  Meskipun  hanya 2%,  namun  kekuatan spirit  yang  hanya 2% itu  sanggup  mengalahkan 98%.   2% ini  akan  menjadi kekuatan  untuk  menjadi manusia  kalau  kita berelasi  dengan  Tuhan.  Jadi  misalnya saja,  ketika  orang tua mencintai anak,  atau  oma  dengan  cucu, terpancar jelas  bahwa  ada relasi  dengan  spirit  tetapi  bapa mama  atau  opa oma  lebih  kuat relasi  dengan  alam  yang  mengandalkan tubuh.  Jika  yang diandalkan itu spirit,  misalnya  melalui doa  dan  jawaban doa mengatakan  bahwa  biarkan mereka mengurus diri mereka sendiri,  maka  tugas kita memfasilitasi  agar  mereka lebih optimal mengurus diri mereka sendiri.  Harus  terus ditanamkan  bahwa  urusan Tuhanlah  yang  utama terhadap hidup mereka.  Bahwa  kita punya tanggung jawab  tetapi  yang paling bertanggung jawab  adalah  Sang Pemilik itu sendiri.  Sebagian  tentu saja masih menjadi bagian kita  karena  kita masih memiliki tanggung jawab itu.  Ketika  semakin berumur  dan  semakin mencampuri banyak hal  maka  yang kita panen  adalah  kelelahan.  Ketika  fisik  sudah  tidak sanggup lagi  sebenarnya  itu ajakan  dan  undangan  untuk  mengutamakan  yang  spirit  misalnya  melalui doa.  Jika  kita tetap pakai otak,  belum  tentu pas  dan  hasilnya  bisa jadi  mengecewakan.   Orang  yang  merancang mesin sekalipun  bukan  hanya otak  yang  bekerja,  selalu  ada ruang spirit  misalnya  melalui ilham.   Kombinasi ini  menjadikan  otak bekerja baik  hingga  mesin  yang  rusak sekalipun bisa diperbaiki  bahkan  menjadi lebih baik lagi.  Jika  kita mengambil sikap seperti burung, bisa saja,  tetapi  burung menggunakan sayap  sedangkan  kita tidak.  Memang  menurut teori evolusi  sebenarnya  tangan itu  dulunya  sayap,  nah sekarang  bagaimana kita menjadikan tangan  yang  sekarang berfungsi  seperti atau  bahkan melebihi sayap.  Kita  memproteksi mereka  dengan  spirit di ujung jari  ada    C I N T A   K A S I H.     Kita  pun  bisa lebih menghibur  dari  pada sekedar nyanyian burung,  dan  sebenarnya  peran  kita membesarkan anak  dan  cucu  haruslah  melalui sukacita  yang  melebihi merdunya kicauan burung.  Kita  janganlah bertindak  lebih pada  menakut-nakuti mereka  dengan  membangun kecemasan,  melainkan  menumbuhkan sukacita  karena  sukacita  itu  ukuran spirit, ukuran roh.  Bahkan  salah satu buah  dari  roh  adalah  sukacita  dan  buah itulah  yang  menjadikan anak cucu kita  lebih  maksimal perkembangannya.  Untuk  orang Kristen  sebenarnya  ukurannya sudah jelas  yang  sudah sering Opa ingatkan  yaitu  Buah Roh.  Tugas  sayap kita  jika  dibandingkan  dengan  burung  adalah  mengepakkan sukacita,  dan   mulut kita melantunkan suara harapan.  


Ketika  kita bandingkan cara kita  dengan  dokter,  dokter  memang benar  ketika  mengatakan ini berbahaya,  ini  bisa berakibat fatal,  karena  ilmunya  memang  ilmu tubuh,  yang  bisa mati  menurut  ukuran ilmunya  tentang  tubuh  berhubungan dengan  anatomi.   Ilmu kita,  yang  kita jalani  dan  hidupi sekarang  bersama  Komunitas SKK  adalah  ilmu spiritual.  contoh  Jalani saja dulu, terima saja dulu, aman,  inilah beberapa kalimat  jawaban Opa  yang   membangun harapan,  inilah  ilmu spiritual.  Inilah  bedanya ilmu spiritual  dan  ilmu tubuh.   Ilmu spiritual  inilah  yang menjadikan manusia  itu  manusia.  Dan  inilah 2%  itu,  2%  yang  menahkodai 98%,  jelaslah  2% spirit  yang  mengatur  dan  mengelola 98% tubuh.  98% itu tubuh  yang akan mengalami kehancuran, kematian, 2% itu ilmu spirit  yang  sebagaimana roh bersifat abadi.  Sebenarnya  yang mengelola 98% tubuh kita  adalah  otak bagian bawah  dan  2% spirit itu  oleh  otak spiritual  bagian  atas.  Jika  membaca brain stem  maka  kita menemukan otak  yang  berbicara tentang hidup.  Karena itu  ia sangat responsive  ketika  ada bahaya.  Kemudian  naik lagi ke system limbik  bagian  agak tengah  dari  otak  berbicara  tentang hidup enak.  Karena  hidup hanya sekali  maka  diupayakan hidup seenak mungkin.  Jelaslah  sekarang bagi orang  yang  hanya mengandalkan dua otak  bagian  bawah  itu  hanya akan berkutat  pada  hidup  dan  hidup enak,  apalagi  dengan kampanye  bahwa  hidup ini hanya sekali  jadi  nikmatilah seenak mungkin.  Kalau  otak bagian atas  berbicara  bagaimana hidup itu bermakna  karena  tujuan kita ada di dunia ini  adalah  membuat bumi ini bermakna  dan  menyenangkan  bagi  semua orang.   Kita istimewah  hanya saja  dunia sekarang  ini  lebih sibuk belajar  tentang  tubuh.   Diskusi hidup  hanyalah  tentang tubuh.  Contoh kita,  ketika hendak berbuka  disiapkan  makanan begitu banyak  tetapi  kita  karena  konsentrasi tidak di tubuh  dan  enak  maka  yang kita makan  tetap  yang bermakna pilihannya  bukan  enaknya.  Kita  berkonsentrasi  pada  kebaikan, kebenaran  dan  sukacita.  Dengan  berbagai pertemuan  sekecil apa pun,  buah roh semakin menjadi nyata  dan  hidup.   Pertemuan kita  bukanlah  pertemuan tubuh  melainkan  pertemuan kita  adalah  pertemuan spiritual  yang  membesarkan buah-buah roh.  Mari  kita terus membangun spirit  yang  abadi sifatnya  dengan  sayap  yang  mengepakan kebaikan, sukacita  dan  kasih  dan  mulut  yang  mendendangkan harapan  serta  menjadikan nyata buah-buah roh  dalam  setiap pertemuan kita. 


 TEAMBHSKOCARKACIRSKK.  direkam oleh Rian Taga dan ditulis oleh Niko Boleng.  

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

A FILIO DULCISSIMO MATRIS AD FILIUM AMATUM DEI - BHS TDM - 15 Mei 2025

Di dalam otak kita, siapa pun kita, kita memiliki cita-cita, mempunyai kerinduan untuk menjadi bahagia. Kerinduan untuk memiliki uang, misalnya, itu hal yang normal karena hidup membutuhkan uang. Kerinduan untuk mendapatkan pekerjaan itu wajar karena memang bagian dari hidup. Tetapi sejatinya ada satu kerinduan tertinggi untuk orang beriman adalah rindu menjadi orang suci. Karena menjadi suci itulah jaminan mengalami kebahagiaan tertinggi dan kebahagiaan kekal. Opa lalu bertanya, “Pernakah kita membesaarkan kerinduan seperti itu dan berjuang melakukannya?” Pertanyaan sangat penting ini muncul di sela-sela Opa menjelaskan 7 keutamaan hidup sebagai lawan dari 7 dosa yang membawa kematian, Opa bercerita pengalaman hidupnya berjuang menjadi anak kesayangan mama dan ini bisa menjadi model anak kesayangan Allah atau menjadi suci untuk mendapatkan anugerah kebahagiaan kekal itu.  A FILIO DULCISSIMO MATRIS AD… dari menjadi anak kesayangan mama menuju… Jika mau jujur semua cita-cita kita um...