Skip to main content

MERAJAI KEHENINGAN - BHS TDM - 21 Januari 2026.

Ketenangan   dan   keheningan hidup   seperti   menjadi hal langkah di jaman kita dewasa   ini.   Keributan   terus   menjadi bagian tak terpisahkan   dari   hidup kita.     Keributan   baik   dari luar   maupun   dari dalam   sangatlah   melelahkan   dan   mengganggu.         Opa   dalam BHS di TDM     sore ini     mendorong Komunitas SKK     untuk   menghadirkan keheningan   walaupun   dilingkupi keributan.     


  MERAJAI KEHENINGAN  


  Keributan dari sumbernya   bisa   berasal dari luar   maupun   dari dalam diri sendiri.   

  Dari luar keributan   dan   kekacauan   menjadi   lebih terasa sekarang   karena   informasi dari luar   sudah   menjangkau orang per orang.     Telepon genggam   seolah   menggenggam seluruh hidup kita.     Keributan   dan   kekacauan   di belahan   dunia lain   bahkan   menjadi bagian   dari   masalah kita.     Keributan,   selain   dari luar sumbernya   ada juga   yang dari dalam diri sendiri,   berupa   ketakutan, kegelisahan, berpikir tentang hal-hal buruk,   dan   berbagai kondisi minor   lainnya.   Keributan dalam diri ini   sangat   tidak nyaman, melelahkan   malah   bisa berakibat kita tidak bisa tidur   bahkan   bisa berujung sakit.   Terhadap   dua sumber keributan ini,     Opa   melalui BHS SKK   mendorong kita   untuk   mengambil sikap yang tepat.   Bahwa   sumber keributan dari luar   tidak mungkin   kita atur,   kecuali   kita memiliki kewenangan   dan   kuasa   yang   sangat kuat.   Yang   bisa kita atur   dan   kelola   adalah   diri kita sendiri.   Kita   bisa menjadi raja   yang   menguasai wilayah diri sendiri.   Inilah   bagian yang bisa kita kelola   dan   atur.   Menjadi   raja   atas   keheningan diri   inilah   bagian yang harus kita perkuat.   Dari pada   memikirkan keributan dari luar   yang   tidak mungkin kita atur,     Opa   terus   mendorong kita merajai keheningan dalam diri.   Sebagaimana   kita teruji setia   menjaga   racun tubuh,   demikian pun   dalam menghadapi keributan   kita pun   bisa membina kesetiaan diri   agar   kita mampu merajai keheningan diri   tanpa   terpengaruh kondisi apapun.   


Untuk   merajai keheningan diri,   kita   perlu membina beberapa sikap secara konsisten.     Kita   bisa   mengendalikan keributan dalam diri,   minimal   bisa meredamnya.     Keributan   dan   kegelisahan hidup   bisa   kita kendalikan   dengan   membina sikap        (1)           menerima diri.       Banyak   kegelisahan   dan   gangguan keheningan diri   berawal   dari ketidakmampuan menerima diri.   Banyak   yang gelisah   karena   tidak menerima kalau dirinya hitam,   misalnya.   Contoh   lain,   kita tidak bisa memilih orang tua   yang   melahirkan kita,   yang   bisa kita kelola   adalah   menerima mereka   sebagai   orang tua bagaimanapun keadaan mereka.   Ada   juga sesama kita   yang   mengalami keributan   dan   kegelisahan diri   karena   menolak karunia khusus diri.   Banyak   yang dianugerahi mata   yang   bisa melihat lebih   dari   orang kebanyakan menjadi gelisah   karena   menolak karunia   ini.   Membina sikap menerima ini   akan   sangat membantu kita   meredam   keributan   dan   kekacauan dalam diri.   Ketika   orang menceritakan keburukan kita   sekalipun,   kita tidak perlu reaktif   karena   justeru memancing keributan lain   lagi.   Sikap baik   dan   tepat   yang   perlu kita bangun   adalah   menerimanya.   Yang   menceritakan keburukan kita justeru baik,   karena   dia berkonsentrasi   pada   hal buruk   yang   luput dari perhatian kita   sehingga   dengan   dan   melaluinya   kita   bisa berkembang lebih baik   dan   kualitas hidup kita meningkat.   Kita   akhirnya mampu memperbaiki yang kurang   sehingga   tidak ada lagi cerita buruk tentang kita.   Jika   orang itu hanya mengarang keburukan kita   sekalipun   sikap yang tepat   adalah   menerimanya   sehingga   bisa saja dengan demikian keburukan kita ke depannya   bisa   kita atasi dari sekarang.   Jika   dia berkeinginan agar kita menderita   karena   cerita keburukan tentang kita,   justeru   yang dia dapatkan   adalah   dia sendiri yang menderita   karena   reaksi penerimaan kita yang tepat.   Kita   yang diharapkan menderita   karena   cerita buruk tentang kita   justeru   menjadi bersukacita   karena   kita membina sikap yang baik   dan   tepat   dan   tidak reaktif.   Kita   dengan demikian tertawa   karena   berhasil meningkatkan kualitas diri   sementara   dia yang bercerita buruk   justeru   memanen kesedihan   karena   gagal misinya membuat kita menderita.   Sikap   berikut yang paling produktif   dan   paling Opa anjurkan   untuk   merajai keheningan hidup   adalah     (2)           sibuk       dan       bertekun dalam berbuat kebaikan.         Berbuat sesuatu yang baik   dan   akhirnya otak terisi hal-hal baik   bahkan   terus mengendap   dalam   alam bawah sadar   sehingga   yang lahir dalam bentuk perilaku hidup   adalah   yang baik saja.   Hidup   ibarat ladang   dengan   pikiran terisi hal-hal baik   dan   jiwa yang ternutrisi seimbang   maka   hidup bagaikan ladang   yang   menumbuhkan benih-benih baik   untuk   kehidupan.   Semua ini   didapatkan bukan dalam keributan   dan   kekacauan hidup   melainkan   dalam keheningan hidup.   Maka   jika kita berhasil menjadikan hidup kita   adalah   raja terlebih dalam keheningan hidup   maka   kita   tidak saja   memberi kualitas lebih pada hidup sendiri   melainkan   juga memberi makna bagi sesama.   Sikap   hidup yang baik   ini juga   melahirkan sikap       (3)           percaya diri       .   Percaya diri hadir   karena   kita sudah membina hidup   dengan   berbagai hal baik.     Kepercayaan diri lahir   karena   kebaikan hidup   dan   karenanya rasa percaya diri selalu diikuti   dengan   kepercayaan orang lain kepada kita.   Dan   secara spiritual kita   bahkan   menjadi kepercayaan Tuhan   karena   kebaikan hidup   yang   terus kita bina.   Mari   terus membina kebaikan hidup   dan   menjadi raja atas keheningan   dan   ketenangan hidup    karena   dari sanalah lahir hidup   yang   berkualitas mulia.  

  

TEAMBHSKOCARKACIRSKK. By. Niko Boleng.    

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

A FILIO DULCISSIMO MATRIS AD FILIUM AMATUM DEI - BHS TDM - 15 Mei 2025

Di dalam otak kita, siapa pun kita, kita memiliki cita-cita, mempunyai kerinduan untuk menjadi bahagia. Kerinduan untuk memiliki uang, misalnya, itu hal yang normal karena hidup membutuhkan uang. Kerinduan untuk mendapatkan pekerjaan itu wajar karena memang bagian dari hidup. Tetapi sejatinya ada satu kerinduan tertinggi untuk orang beriman adalah rindu menjadi orang suci. Karena menjadi suci itulah jaminan mengalami kebahagiaan tertinggi dan kebahagiaan kekal. Opa lalu bertanya, “Pernakah kita membesaarkan kerinduan seperti itu dan berjuang melakukannya?” Pertanyaan sangat penting ini muncul di sela-sela Opa menjelaskan 7 keutamaan hidup sebagai lawan dari 7 dosa yang membawa kematian, Opa bercerita pengalaman hidupnya berjuang menjadi anak kesayangan mama dan ini bisa menjadi model anak kesayangan Allah atau menjadi suci untuk mendapatkan anugerah kebahagiaan kekal itu.  A FILIO DULCISSIMO MATRIS AD… dari menjadi anak kesayangan mama menuju… Jika mau jujur semua cita-cita kita um...