Skip to main content

2 6 7 Ngopi Time, CGK, 03 MARET 2026.

Menanti boarding time, kami ngopi sambil       Opa menyampaikan pesan penting   tentang   2  6  7.     Pasti judul ini membingungkan.     Kluenya   berhubungan dengan   notasi musik... Ya..   Jelas sekarang   2 6 7   kita baca   RE LA SI.   Iya, pagi ini   Opa berbicara tentang RELASI.   Mari kita ikuti apa kata Opa tentang Relasi. 


 

RELASI   


Menurut Opa,   relasi itu suatu kebutuhan.   Karena   kebutuhan, kita didorong   untuk   tidak saja menjaga relasi   yang   sudah ada   tetapi   justeru kita menciptakan relasi baru.   Jika   kita hanya menjaga relasi yang ada   maka   kita hanya terbatas   pada   wilayah hidup orang itu semata.   Kita   harus terus secara luas membangun relasi baru   karena   hidup manusia sendiri pada dasarnya luas,   tidak boleh   dibatasi.     Relasi baru   menjadi   sangat mungkin dibangun   apalagi   pada jaman virtual   seperti   sekarang ini.     Faktanya kita   sering   membangun batasan   yang   akhirnya mempersempit relasi kita.     Pembatasan   yang   kebanyakan kita lakukan berkisar pada   (1)   hanya mau bertemu   dengan   orang yang sudah kita kenal,   (2)   kita hanya mau membina relasi   dengan   orang yang kita suka,   (3)   kita juga bisa membatasi diri berjumpa   hanya dengan   mereka yang menguntungkan kita pada saat tertentu,   (4)   kita juga sering membatasi diri bertemu   hanya dengan   orang yang se-atmosfir hidup dengan kita   seperti   sama hoby, sepemikiran,   dsb.   Perlu kita bangun kesadaran   bahwa   pertemuan itu sendiri pada dasarnya terbuka sifatnya.   Kita   harus memperluas relasi   dengan   melawan batasan-batasan tadi   dan   merombak ukuran-ukuran personal kita   yang   cenderung sempit.      Kita bisa   memperbaiki   cara kita berelasi melalui belajar memaknai kebersamaan kita   dengan   orang lain.     Relasi dengan orang lain itu   adalah   salah satu sumber belajar kita.   Dengannya   kita sedikit demi sedikit mengurangi ukuran personal   yang   membelenggu relasi kita.     Membatasi diri   pada   ukuran personal kita terhadap relasi itu   sama dengan   kita tidak belajar.   Ketika   kita hendak bercocok tanam   maka   kita harus belajar dari cara kita berelasi   dengan   tanah, air, benih   dan   penyedia benih   walaupun   relasinya transaksional   karena   kita membeli,   misalnya.   Tetapi kita harus membuka diri terhadap relasi   dengan   berbagai komponen.   


  MENYERTAKAN KUALITAS DALAM RELASI  


  Opa menegaskan   selain terbuka   membangun relasi dengan siapapun,   kita   harus juga menyertakan kualitas pada semua relasi itu.   Relasi   yang dibangun 1 - 2 hari di Lahat itu abadi   karena   kualitas   yang   dibangun di atas relasi itu.      Tugas kita   dan   terutama Opa   adalah   merespons apa pun   sebagai   lanjutan dari relasi yang telah dibangun   dalam   totalitas kualitas   tersebut.   Relasi   yang   disemai 1-2 hari di Lahat   menjadi   relasi abadi   dan   terus berbuah limpah dalam keunikan Lahat   sebagaimana   BHS pada Komunitas   lain.   Relasi yang tidak dipupuk   dengan   kualitas baik setelah disemai   maka   pada saat itu juga akan mati   dan   tidak lagi berkembang.   

  Opa mencontohkan   bahwa   seperti kebersamaan waktu berbuka puasa   kemarin   merupakan bukti nyata relasi   yang   bahkan melampaui relasi saudara.      Relasi   yang   ditunjukan dalam Komunitas SKK   menjadi   contoh nyata relasi   yang   dibangun atas dasar kualitas   melampaui   ukuran sempit kita masing-masing.   Komunitaa   SKK terus didorong untuk langsung menanam kualitas kebaikan   sejak   dari relasi pertama kali dibangun   dan   terus dipupuk setelahnya.     Relasi   sesungguhnya   dalam bahasa biblis   adalah   kasih.   Kita   tidak pernah merasa asing dalam Komunitas SKK   karena   relasi kita   adalah   relasi kasih.   Benar   bahwa Kasih itu melampaui/mengatasi segala   (ukuran),   yang digambarkan dalam pepatah Bahasa Latin         "Amor Omnia Vincit".       Di sinilah   pesan "Yesus menjadi terang   dan   nyata bagi kita, "         Siapakah Ibuku, siapakah SaudaraKu?         IbuKu   dan   SaudaraKu   ialah   mereka yang melakukan perintah-perintahKu.   Dan   kita semua sudah lama tahu   bahwa   perintah pertama   dan   terutama   adalah   K A S I H.   Mari   teruslah menanam kasih dalam setiap relasi   yang   harus terus kita pupuk   dan   kita ciptakan   dengan   mengabaikan ukuran personal sempit kita.   



 TEAMBHSKOCARKACIRSKK. ByNiko Boleng.    

Comments

Popular posts from this blog

SKK Infografis Aneka Pesan

BRAIN ROT DAN LIFE INTELLIGENCE - 10 januari 2026 - Kuliah Umum NMCC Kupang

Brain Rot   awalnya   merupakan sebuah istilah slang   yang   menggambarkan kerusakan   atau   pembusukan otak.   Dalam dunia slang   kondisi pembusukan otak dikaitkan   dengan   konsumsi konten receh berlebihan.   Dalam   kuliah umum bersama   para   biarawan Frater OMD, Frater OCD, Frater Projo Komunitas St. Mikael   dan   para guru MMS,   Opa memaparkan   Brain Rot   dengan   penyebab   dan   bagaimana cara mengatasinya.     Opa   memunculkan juga   beberapa istilah baru salah satunya   adalah   kecerdasan hidup   atau   life intelligence.   Berikut   beberapa hal pokok   yang   menjadi topik pembahasan   dan   diskusi interaktif   dalam   studium generale perdana di tahun 2026.     BRAIN ROT     Opa menganalogikan otak   dengan   tanah.   ...

IMAGO DEI: ANTARA KEMULIAAN CIPTAAN DAN MISI MULIA -Café Mekon Indah - 10 Januari 2026

Sebagaimana yang   kita baca   dalam   kisah penciptaan   pada   Alkitab, manusia  diciptakan   tidak hanya   melalui Firman Tuhan   dengan   rumusan berbeda   tetapi   juga dengan proses yang berbeda   dari   makhluk ciptaan yang lain.   Ini   menunjukan kemuliaan manusia sebagai ciptaan.     Kemuliaan manusia sebagai ciptaan   sejatinya   juga dalam waktu yang sama    membawa   misi mulia yang diembannya.       Sambil menikmati kopi di Café Mekon Indah     setelah     kuliah umum bertema Brain Rot,       Opa menyampaikan beberapa pesan penting   untuk   Komunitas SKK.      KEMULIAAN CIPTAAN SEBAGAI IMAGO DEI     Berfirmanlah Allah,         “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar       dan       rupa Kita…” ...