Menanti boarding time, kami ngopi sambil Opa menyampaikan pesan penting tentang 2 6 7. Pasti judul ini membingungkan. Kluenya berhubungan dengan notasi musik... Ya.. Jelas sekarang 2 6 7 kita baca RE LA SI. Iya, pagi ini Opa berbicara tentang RELASI. Mari kita ikuti apa kata Opa tentang Relasi.
RELASI
Menurut Opa, relasi itu suatu kebutuhan. Karena kebutuhan, kita didorong untuk tidak saja menjaga relasi yang sudah ada tetapi justeru kita menciptakan relasi baru. Jika kita hanya menjaga relasi yang ada maka kita hanya terbatas pada wilayah hidup orang itu semata. Kita harus terus secara luas membangun relasi baru karena hidup manusia sendiri pada dasarnya luas, tidak boleh dibatasi. Relasi baru menjadi sangat mungkin dibangun apalagi pada jaman virtual seperti sekarang ini. Faktanya kita sering membangun batasan yang akhirnya mempersempit relasi kita. Pembatasan yang kebanyakan kita lakukan berkisar pada (1) hanya mau bertemu dengan orang yang sudah kita kenal, (2) kita hanya mau membina relasi dengan orang yang kita suka, (3) kita juga bisa membatasi diri berjumpa hanya dengan mereka yang menguntungkan kita pada saat tertentu, (4) kita juga sering membatasi diri bertemu hanya dengan orang yang se-atmosfir hidup dengan kita seperti sama hoby, sepemikiran, dsb. Perlu kita bangun kesadaran bahwa pertemuan itu sendiri pada dasarnya terbuka sifatnya. Kita harus memperluas relasi dengan melawan batasan-batasan tadi dan merombak ukuran-ukuran personal kita yang cenderung sempit. Kita bisa memperbaiki cara kita berelasi melalui belajar memaknai kebersamaan kita dengan orang lain. Relasi dengan orang lain itu adalah salah satu sumber belajar kita. Dengannya kita sedikit demi sedikit mengurangi ukuran personal yang membelenggu relasi kita. Membatasi diri pada ukuran personal kita terhadap relasi itu sama dengan kita tidak belajar. Ketika kita hendak bercocok tanam maka kita harus belajar dari cara kita berelasi dengan tanah, air, benih dan penyedia benih walaupun relasinya transaksional karena kita membeli, misalnya. Tetapi kita harus membuka diri terhadap relasi dengan berbagai komponen.
MENYERTAKAN KUALITAS DALAM RELASI
Opa menegaskan selain terbuka membangun relasi dengan siapapun, kita harus juga menyertakan kualitas pada semua relasi itu. Relasi yang dibangun 1 - 2 hari di Lahat itu abadi karena kualitas yang dibangun di atas relasi itu. Tugas kita dan terutama Opa adalah merespons apa pun sebagai lanjutan dari relasi yang telah dibangun dalam totalitas kualitas tersebut. Relasi yang disemai 1-2 hari di Lahat menjadi relasi abadi dan terus berbuah limpah dalam keunikan Lahat sebagaimana BHS pada Komunitas lain. Relasi yang tidak dipupuk dengan kualitas baik setelah disemai maka pada saat itu juga akan mati dan tidak lagi berkembang.
Opa mencontohkan bahwa seperti kebersamaan waktu berbuka puasa kemarin merupakan bukti nyata relasi yang bahkan melampaui relasi saudara. Relasi yang ditunjukan dalam Komunitas SKK menjadi contoh nyata relasi yang dibangun atas dasar kualitas melampaui ukuran sempit kita masing-masing. Komunitaa SKK terus didorong untuk langsung menanam kualitas kebaikan sejak dari relasi pertama kali dibangun dan terus dipupuk setelahnya. Relasi sesungguhnya dalam bahasa biblis adalah kasih. Kita tidak pernah merasa asing dalam Komunitas SKK karena relasi kita adalah relasi kasih. Benar bahwa Kasih itu melampaui/mengatasi segala (ukuran), yang digambarkan dalam pepatah Bahasa Latin "Amor Omnia Vincit". Di sinilah pesan "Yesus menjadi terang dan nyata bagi kita, " Siapakah Ibuku, siapakah SaudaraKu? IbuKu dan SaudaraKu ialah mereka yang melakukan perintah-perintahKu. Dan kita semua sudah lama tahu bahwa perintah pertama dan terutama adalah K A S I H. Mari teruslah menanam kasih dalam setiap relasi yang harus terus kita pupuk dan kita ciptakan dengan mengabaikan ukuran personal sempit kita.
TEAMBHSKOCARKACIRSKK. ByNiko Boleng.
Comments
Post a Comment