Skip to main content

Otak dan Hidup BHS TDM - 18 Pebruari 2026 (Part 2)



Sudah sekian abad  manusia sungguh-sungguh mempercayakan hidupnya  hanya pada  otaknya.  Agar  otak bisa maksimal,  bahkan  sejak dalam kandungan sudah dinutrisi  secara  khusus  dan  istimewah.   Makanan  untuk  kecerdasan otak terus dikembangkan  agar  otak mengalami pertumbuhan optimal  dengan  harapan besar akan menuai generasi cerdas  dan  mampu mengelola hidup  dan  dunia dengan lebih baik.  Faktanya  justeru terjadi sebaliknya.    Pada bagian ke dua BHS TDM sore ini,    Opa memperkaya kita  dengan  pengetahuan  mengapa  manusia  dan  dunia gagal  ketika  total mengandalkan otak semata.  

  PERAN OTAK BAGI HIDUP  

 Pertanyaan mendasar  yang  perlu kita renungkan  adalah  mengapa otak kita  tidak  bisa menyelesaikan masalah.  Mari  kita simak cara kerja otak.  Otak  secara umum dibagi atas 4 bagian pokok:    Otak dasar yang disebut  Vegetatif Brain  atau  Brain Stem,  dan di atas  otak dasar  ini ada    Sistem Limbik.   kedua bagian otak ini ada  pada  bagian bawah.   Otak  yang  berkembang pertama  adalah  brain stem.  Setelah itu  bertumbuh Sistem Limbik.   Brain Stem  adalah bagian otak yang  berbicara tentang hidup  atau  mati.  Sedangkan  Sistem Limbik berhubungan  dengan  emosi,  dan  berkutat  pada  enak  dan  tidak enak.  Setelahnya  baru bertumbuh otak rasional Neo Cortex  dan  kemudian bertumbuh otak spiritual,   Spiritual Circuit.  Jika  kita tidak belajar  maka  yang berfungsi  hanyalah  dua otak bawah kita,  yaitu   Brain Stem  dan  Sistem Limbik.   Otak rasional  hanya  akan berkembang  ketika  kita belajar.  Syarat  belajar  adalah  harus mau diajar.  Ketika  kita tidak mau belajar  dan  diajar  maka  hasilnya sudah pasti,  hidup  akan dikendalikan  oleh  dua bagian bawah otak.  kedua bagian otak ini  menghimpun informasi  berkaitan dengan  hidup yang berorientasi  pada  enak  dan  tidak enak.  Oleh karenanya  dia bekerja  atas nama  black and white, mati atau hidup, enak  atau  tidak enak.   Otak  bagian bawah  mengelola ketakutan akan kematian  karena  dia tahu  bahwa  manusia akan mati.  Oleh karenanya  dia mencari cara mencegah berbagai hal  yang  mematikan.  Dia  tahu yang mengancam kematian tubuh  dan  karenanya dia benar-benar berkutat  pada  keselamatan tubuh.  Dia  mengumpulkan berbagai informasi  yang  mengancam tubuh.  Jika dikuasai oleh  kedua bagian otak ini  maka  diskusi kita selalu bertema  yang  berbahaya, soal kewaspadaan  dan  masalah hidup.  Coba  lihat dalam hidup  jika  hidup diwarnai  dengan  ketakutan akan hal-hal itu  maka  sudah pasti yang aktif  adalah  2 otak bagian bawah kita.  Ketika  Brain Stem menjamin keamanan tubuh  maka  Sistem Limbik  mulai  beraksi mencari yang enak  untuk  tubuh.  Ini  bukan hanya soal makan  tapi  juga seperi mempercantik bibir  karena itu  enak dipandang,  dan  ke'enak'an tubuh lainnya.  Dan di sinilah  bisnis besar dunia memainkan perannya.   Otak bagian bawah  betul-betul  berkonsentrasi  pada  white and black  dan  atas ketakutannya  maka  ia berkonsentrasi  pada  yang gelap.  Dengan demikian  otak bagian bawah tidak berbicara  tentang  harapan, yang dikembangkan  dan  dilebih-lebihkan  adalah  rasa takut.  Bahkan  hukum di Indonesia dibangun juga  atas  dasar rasa takut.  Sebenarnya  Hukum evolusi  juga  berkutat pada otak bagian bawah  dalam semangat  survival of the fittest.  Yang berkembang  adalah kehati-hatian bernada minor  karena  setiap kita  adalah  homo homini lupus,  setiap kita adalah  serigala bagi yang lainnya.      Hidup  akhirnya  dibangun dalam ketakutan, berprasangka buruk  dan  justeru pada area  inilah  bisnis besar dibangun.  

 Pertanyaannya  bagaimana  otak bagian bawah itu diberi cahaya?  Ketika  dunia di bangun dari bawah  maka  yang dibangun hanyalah alasan  yang  membenarkan diri.   Rasionalisasi  itu  memang hasil kerja otak  bagian  bawah.   Tuhan  sangat  mengenal sisi buruk otak bagian bawah  dan karenanya  Tuhan menghadirkan otak bagian atas  agar  manusia belajar  tentang  yang benar  dan  yang baik.  Berbeda  dengan otak bagian atas.  kalau  otak bagian bawah  bekerja  secara otomatis,  tidak perlu belajar.  Marah  dan  benci  itu  tidak perlu belajar.  Lalu  bersolek  saja  tidak perlu belajar,  semua  perempuan pasti sudah tahu dengan sendirinya.  Ini  berbeda dengan otak bagian atas  yang  mengharuskan kita belajar seumur hidup.  Selama  hampir 25 tahun  semua  kita mengalami masa penting dalam hidup  untuk   belajar  dan  diajar.  Setelahnya  kita diharapkan  atau  dimampukan untuk belajar.  Dengan  belajar  dan  diajar  itulah  kita matang berdiskusi  tentang  makanan sehat,  tentang  yang benar  dan  baik.  Jika  kita tidak memberi ruang  pada  belajar  dan  diajar  maka  hidup kita dikuasai  oleh  ketakutan, kecemasan  dan  kegelisanan.  Apa  kata orang pun kita membacanya  sebagai  sumber ketakutan.  Berbeda  pada orang yang belajar  dan  mau diajar  karena  dia bisa memilah benar tidaknya, baik tidaknya  untuk  hidupnya.   Kecemasan  dan  ketakutan  berada  pada otak bagian  bawah.  Lebih  mudah menindas  yang  ke bawah  dari pada  mendorong ke atas.  Oleh karenanya  kedua bagian otak untuk kebenaran  dan  kebaikan  berada pada  bagian atas.  Jadi  kedua bagian otak bawah  untuk  belajar dari bawah  dan  kedua otak bagian atas  untuk  belajar dari atas.   Cahaya  itu  datangnya dari atas.  Sedangkan  Otak bagian bawah  karena  berorientasi daging/tubuh  itu  sifatnya gelap.  Ketika  otak bagian atas  itu  diisi dengan mau belajar  dan  mau diajar  maka  kita bisa mengendalikan otak bagian bawah.  Contoh sederhananya,  menurut otak rasional membunuh itu buruk,  sementara  otak spiritual  menerima  membunuh itu sebagai buruk  dan  untuk mencegahnya  hapuslah  amarah,  karena  menyelesaikan masalah membunuh  itu  sangatlah rumit.   Penjara  untuk  raga pembunuh bisa terlaksana  tetapi  penjara  tidak mampu  memenjarakan kebencian keluarga korban  dan  ketakutan pembunuhnya  walaupun  raga sudah di kerangkeng.    Kita pun  tidak bisa membendung dosa lebih lanjut,  sementara  marah bisa dikelola  agar  keburukan lebih lanjut bisa diatasi.   Mengelola amarah itu  tidak rumit  karena  masih urusan personal  dan  kita bisa bebas  dari  dosa  dan  bebas pula  dari  merepotkan orang.  Itulah  cahaya dari kedua bagian atas otak  yang  didapat dari semangat mau diajar  dan  belajar.  Makin dewasa  hendaknya semakin kuat semangat untuk belajar  agar  otak bagian atas semakin bercahaya  bagi  otak bagian bawah  dan  akhirnya kita memanen cara mengelola hidup  secara  lebih baik.     Bimbingan Hidup Sehat    bersama  Opa  menjadi  kesempatan bagi Komunitas SKK  untuk  terus diajar  dan  belajar  (seumur hidup).  Sebagaimana kita ketahui  bahwa  atasan tubuh  adalah  jiwa  maka  belajar  dan  diajar  adalah  jembatan tubuh menyediakan ruang  yang  kompatibel  bagi  jiwa  agar  tubuh mampu menyelesaikan masalah hidup  dalam  cahaya jiwa.  Demikian pun  jiwa terhadap Roh  hingga  masalah hidup dapat dikelola dalam semangat  (E)  mas  (dari)  Allah.  
 Salam Sukacita.  👍❤😀

 By TEAMBHSKOCARKACIRSKK oleh Niko Boleng.

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

A FILIO DULCISSIMO MATRIS AD FILIUM AMATUM DEI - BHS TDM - 15 Mei 2025

Di dalam otak kita, siapa pun kita, kita memiliki cita-cita, mempunyai kerinduan untuk menjadi bahagia. Kerinduan untuk memiliki uang, misalnya, itu hal yang normal karena hidup membutuhkan uang. Kerinduan untuk mendapatkan pekerjaan itu wajar karena memang bagian dari hidup. Tetapi sejatinya ada satu kerinduan tertinggi untuk orang beriman adalah rindu menjadi orang suci. Karena menjadi suci itulah jaminan mengalami kebahagiaan tertinggi dan kebahagiaan kekal. Opa lalu bertanya, “Pernakah kita membesaarkan kerinduan seperti itu dan berjuang melakukannya?” Pertanyaan sangat penting ini muncul di sela-sela Opa menjelaskan 7 keutamaan hidup sebagai lawan dari 7 dosa yang membawa kematian, Opa bercerita pengalaman hidupnya berjuang menjadi anak kesayangan mama dan ini bisa menjadi model anak kesayangan Allah atau menjadi suci untuk mendapatkan anugerah kebahagiaan kekal itu.  A FILIO DULCISSIMO MATRIS AD… dari menjadi anak kesayangan mama menuju… Jika mau jujur semua cita-cita kita um...