*BHS TDM,* 17 Pebruari 2026.
_**_
*Gabriel’s Message*
*Tahukah kalian* bahwa *kalian berasal pada satu hal yang sama.* *Daun* ataukah *bunga* dan *lain sebagainya* sama *seperti kalian berasal dari hal yang sama,* dari *tanah* sama *seperti kalian.* Jadi *bagaimana Allah menciptakan kalian* sama *bagaimana Allah menciptakan dedaunan* ataukah *bunga.* Banyak hal *yang diciptakan Tuhan* mampu *kalian konsumsi* karena *kalian berasal dari sumber yang sama, tanah.* Masih *sangat banyak yang memang mungkin harus diakui kalian tidak pernah tahu* bahwa itu *bisa kalian konsumsi* dan *itu Allah sediakan untuk kalian.* Dalam *hal mengobati diri kalian* pun *Allah menyediakan segala sesuatu dengan lengkap* hanya *kembali lagi bahwa pengetahuan kalian tentang hal itu masih sangat terbatas* dan *pelan – pelan akan dibukakan untuk kalian.*
Senja hari ini *saya mengunjungi kalian, bersyukurlah* dan *saya pun bersyukur kepada Pencipta* bahwa *saya mendapatkan kesempatan* untuk *mengunjungi kalian senja hari ini* senantiasa *dengan tugas yang sama menguatkan kalian* bahwa *Allah mencintai ciptaanNya* dengan *berbagai cara* dan *Allah senantiasa memperhatikan kalian ciptaanNya setiap waktu.* Kalian *mencintai Allah dengan konsep* dan *pemikiran kalian* tetapi *kalian perlu harus tahu* bahwa *Allah mencintai kalian melebihi apapun* yang *kalian pikirkan.*
*Yang lebih sederhananya untuk kalian adalah yang pertama* bahwa *lakukan hal – hal kecil dengan tulus ikhlas* dan *bijaksana.* Coba *kecilkan hal yang ingin kamu lakukan hari ini.* Misalnya *hari ini saya ingin menyapa istri saya* dengan *kata sayang.* Kecilkan *niat* dan *pikiran kalian pada kata sayang* itu saja. *“Hallo sayang, apa khabarmu hari ini?* Semoga *hari ini menyenangkan untukmu”* Coba *fokus dengan hal itu* dan *lakukan dengan tulus* dan *dengan bijaksana.* Akan *ada dampaknya.* Tak perlu *memikirkan hal – hal besar,* lakukan *hal – hal sesederhana itu.* Tetapi *poinnya* adalah *KETULUSAN* di sana. *Tambahkan ketulusan* yang *lebih pada poin sederhana tadi.* Akan *sangat berbeda* ketika *kalian melakukan hal besar tanpa ketulusan.* Berbeda jauh *hasilnya, prosesnya pun berbeda.* Jadi *segala sesuatu akan menjadi sangat besar* ketika *ada kebaikan kalian tanamkan di sana, ketulusan tadi.* Ketika *kalian memakan dedaunan dengan tulus* kalian *tidak akan ada apa – apa.* Ketika *kalian makan dengan kecemasan* dan *ketakutan kalian akan kecunan,* akan *terjadi apa – apa.* Jadi *bisa dibayangkan* bahwa *kebaikan yang menurut kalian sangatlah kercil - kecil,* itu *berpengaruh pada hal yang lebih besar.* Jadi *tak perlu hal besar di dunia,* untuk *mengubah dunia* tak *perlu hal besar,* tak *perlu banyak orang,* tak *perlu banyak pemikian,* cukup *satu pemikiran bisa mengubah dunia.* Contoh *sederhananya tadi.* Jadi *Allah tak pernah meminta kalian melakukan hal – hal besar.* Yang *Allah minta* cuma *pertama lakukan segala sesuatu dengan tulus ikhlas* dan *bijaksana.* Dan *cobalah untuk itu.* Tidak *hanya kalian simpan dalam pemikiran kalian* tetapi *kalian lakukan.* Kembali *dari sini cobalah lakukan itu.* Oh *saya ingin mencoba lebih berhemat hari ini.* *Saya lebih sederhana, lakukan* itu. *Jatuh itu wajib hukumnya, bangunlah.* Ketika *kamu jatuh,* coba lagi. *Kalian akan menjadi dewasa dari proses ini.* Yang *mendewasakan kalian itu proses.* *Berulang – ulang* dan *terus berulan – ulang kalian lakukan.* *Cahaya itu bisa terbentuk, tergambar* oleh *karena kejadian yang terus berulang.* Semakin *berulang, semakin bercahaya.* Jadi *ketika kalian kembali lakukan* *segala sesuatu yang kecil* tetapi *bumbuilah dia dengan ketulusan.* Kalian *akan rasakan sendiri manfaatnya* dan *melihat sendiri hasilnya.* Persoalan *kalian sederhana,* kalian *tidak melakukan segala sesuatu* dengan *ketulusan* dan *akhirnya kalian tidak merasakan dampaknya* apalagi *melihat hasilnya.* Yang *besar datang dari yang kecil.* Jadi tahun ini *cobalah dengan prinsip itu.* Taruh *sedikit ketulusan dalam hal baik* yang *ingin kamu lakukan* dan *aku pastikan* bahwa *segala sesuatu yang kamu lakukan kamu dapatkan hasil yang lebih baik apa pun itu* dalam *pekerjaan, kesibukan keseharian jika kalian taruh dengan ketulusan.* Janganlah *taruh dengan keluhan.* Dengan *sendirinya ketika keluhan itu ada, niatmu* akan *berkurang kualitasnya* dan *jangan pernah berharap hasilnya.* Ketika *kamu belum tulus, lakukan lagi berulang,* dengan *sendirinya ketulusan itu akan ada.* Kalian *bisa lakukan hal yang kamu benci,* bisa. *Yang tidak kalian suka* pun *bisa kalian lakukan* dan *akan berubah menjadi sebuah ketulusan,* bisa. *Kalian bisa memulainya* dengan *lakukan itu secara berulang* dan *itu akan menjadi kesukaanmu.* Ketika *kalian diminta untuk minum air,* tentunya *saya tahu* bahwa *kalian sangat membenci hal yang harusnya menjadi bagian dari dirimu,* kalian *datang dari sana.* *Tubuh kalian dialiri air.* Kandungan *ibumu dipenuhi air* sehingga *menghidupkanmu, bertahan dalam kurungan kandungan, AIR.* Dan *kalian hanya diminta untuk kembali ke sana.* Dan *saya tahu bahwa kalian sangat membenci itu.* Tetapi *ketika kalian melakukannya berulang kali, berulang kali,* kalian *akan menjadi sanggup*. Ketika *kalian tidak merasakan air, kalian akan kekeringan* dan *kalian akan mencarinya.* Ketika *kalian memberi sesuatu,* sebagai *sesuatu yang kalian benci, lakukan saja* dan *lakukan saja.* Ketika *kalian tidak melakukannya kalian akan mencari.* Jadi *semua, segala sesuatu sudah diatur Pencipta* dengan *sangan baik* dan *kalian hanya mengikuti pola* dan *prinsipnya, berulang – ulang.* *Mantapkanlah* apa *yang sudah Allah taruh dalam kehidupan kalian,* bacalah *polanya.* Jadi *kutitipkan pesan hari* ini, *taruhlah ketulusan yang dalam terhadap segala sesuatu,* tetapi *yang kuminta daripadamu taruhlah ketulusan* pada *hal – hal kecil* yang *ingin kalian lakukan.* Itu *mungkin yang belum, yang kurang kalian lakukan.* Supaya *kalian bisa menjadi lebih bercahaya* paling tidak *untuk diri sendiri,* dan *aku yakin* tidak hanya *untuk diri kalian sendiri.* Ketika *ingin menanam sesuatu, taruhlah dengan ketulusan.* *Janganlah* dengan *bersungut – sungut.* Kalian *berasal dari hal yang sama.* Tanamlah *dengan ketulusan.* *Tuhan* sudah *memberimu tanah, sudah memberimu air,* tanamlah *dengan senang hati, dengan ketulusan.* Hiburlah *dia setiap hari* agar *dia bisa hidup, ada jiwanya di sana,* sama *seperti kalian.* Demikianpun *ketika kalian memelihara binatang,* lakukan *juga dengan tulus,* mereka pun *akan tulus mendampingi kalian, memberi makanan untuk kalian.* Kalian *akan mendapatkan daging yang sehat,* timbal balik *hukum alam yang berlaku.* Yang *kalian dapatkan sebaik ketulusan kalian* ketika *memeliharanya.* Ini *sudah ditetapkan Pencipta.* Kalian *bisa hidup berdampingan dengan ular* atau *dengan singa* dan *harimau.* Semua *kembali ke diri kalian.* Kalian *melakukan dengan tulus, memelihara dengan tulus,* maka *kasihlah yang mengatasi segala hal,* melampaui *segala hal yang menurut kalian tidak mungkin.* Dan *mungkin topik yang bisa kalian pegang, thema yang bisa kalian bawa pulang pada hari ini* adalah *ketulusan pada hal kecil.* Cobalah itu *dan rasakanlah.* Terlalu *banyak ketidaktulusan dalam dunia kalian,* akhirnya *kalian mendapatkan hal yang tidak baik.* Ketika *kalian sudah melakukan segala sesuatu* dengan *tulus,* serahkanlah *selebihnya pada Pencipta,* biarlah *Pencipta mengatur dengan kasihNya.* *Jiwa* kalia *akan sangat bebas* karena *sudah melakukan segala sesuatu, segala hal kecil* dengan *tulus.* Dan *kalian akan lebih bergairah dalam hidup* dan *memberi cahaya pada satu orang yang kalian temui, juga *jiwany akan segar* ketika *senyumanmu dilakukan dengan tulus, menyehatkanmu* juga. *Allah memperhatikanmu* ketika *melihat kamu tersenyum* dengan *tulus.* *Berbanggalah* bahwa *kalian dianugerahi senyuman yang indah* dan *hati yang bersih* ketika *kalian diciptakan.* *Bersyukurlah* kalian *dititipkan jiwa yang baik,* untuk *bisa menghidupi tubuhmu* yang *berasal dari tanah.* Kalian *janganlah hanya mau makan tanaman*. Tanamlah *tanaman dengan tulus,* sehingga *tanaman pun menyehatkan kalian.* Tulus *tidak hanya pada sesama manusia* tetapi *sesama ciptaan lainnya.*
Sekali lagi *terimakasih kalian telah mendengarkan saya*. Oleh – oleh *yang bisa kalian bawa pulang* adalah *ketulusan yang kamu lakukan* pada *hal – hal kecil.* Dan *lakukan itu berulang – ulang* dan *Aku pastikan* bahwa *akan ada hal baik menghampiri hidupmu* bukan *pada apa yang kalian lakukan* tetapi *pada ketulusan,* bukan *pada kalian memberinya* tetapi *pada ketulusan memberi.* Kualitas *ketulusan menentukan kualitas pemberian.* Kualitas *menanam yang menentukan* adalah *ketulusan kalian.* Jika *ada hal yang tidak sesuai* mungkin *kalian kurang tulus,* sesederhana itu. *Demikian dari saya,* terimakasih banyak, *hormat untukmu, salam hangat dariKu* untuk *keluargamu,* jangan lupa *untuk mereka, saudara-saudaramu* yang *telah mendahuluimu.* *Doakanlah mereka.* Jangan *pernah lupakan mereka,* kalian *tidak pernah terpisahkan oleh ruang* dan *waktu,* kalian *tetap bersama.* Jika *ada yang dilupakan,* titiplah *perhatian kalian untuk mereka,* dan *pada waktunya mereka akan mendoakan kalian kembali.* Itulah *kebenaran,* lakukan itu *sebelum kalian terlelap dalam mimpi yang indah, doakan jiwa mereka,* agar *mereka mendapatkan penghiburan,* bukan *untuk mendapatkan pengampunan,* karena *pengampunan cuma milik Tuhan.* Kalian *ditugaskan hanya untuk menghibur sesama.* Sampaikan *salam saya* untuk *orang sekitar yang kalian jumpai dengan banyak.* *Kurangi marah* karena *tidak sehat untuk perilaku jantungmu* dan *juga perilaku wajahmu.* *Manfaatkanlah bibirmu* dengan *berkata-kata baik* dan *juga mengatakan hal yang baik tentang dirimu.* *Percayalah pada diri sendiri* bahwa *engkau orang baik,* dan *engkau diciptakan Tuhan* untuk *kebaikan.* *Rawatlah diri dengan baik, makanlah makanan yang sehat, berpuasalah* ketika *itu dibutuhkan tubuhmu.* *Minumlah banyak air* karena *kalian berasal darinya.* Isilah *jiwamu dengan hal-hal baik* karena *itu nutrisi utama untuk jiwamu.* Perbanyaklah *perbuatan baik untuk jiwamu.* Kebaikan *menyelamatkan jiwa sekaligus mengharumkannya.* *_Terpujilah Allah Maha Kuasa, Terpujilah Yesus Kristus Putera Allah Yang Maha Tinggi, Terpujilah Engkau Santa Perawan Maria, Bunda Allah, Terpujilah Engkau Para Malaikat Agung, Terpujilah Engkau Para Kudus di Surga._*
*Salam Sukacita* 👍❤😀
*TEAMBHSKOCARKACIRSKK.*
👍❤😀
_di rekam dan ditulis kembali oleh Niko Boleng_
Comments
Post a Comment