Skip to main content

Pesan BHSO, BALI, LAMPUNG, CIREBON. 12 Juni 2021

 A. Tentang Sikap SKK Menghadapi Virus Covid-19. Oleh Anton Porat.


1. Setialah dengan tidak menikmati racun makanan untuk tubuh kita masing-masing. Selain itu, perliharalah apa yang baik bagi jiwa kita masing-masing. Hal yang paling sederhana bagi jiwa kita yang dapat kita lakukan setiap hari adalah menciptakan sukacita. 

2. Jangan terlibat dalam ikut menyebarkan berita-berita bohong tentang Covid-19 dan vaksin. Kita tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang virus. Kita hanya dengar kata orang. Kata orang belum tentu benar.

3. Berbicaralah dan sebarlah hal-hal yang membuat orang lain sukacita. Dunia ini kacau karena kita berbicara tentang Covid-19 dan vaksin. Padahal kita sendiri tidak tahu dengan pasti tentang covid-19.

4. Anggota SKK di manapun berada harus sibuk dengan kebaikan hidup. Tidak usah terlibat dalam diskusi tentang virus yang tidak kita tahu dengna pasti.

5. Anggota SKK harus dapat menunjukkan kepada dunia, dunia kehidupan kita masing-masing tentang kebaikan hidup kita. 

6. Ingatlah Virus Covid-19 tidak berkuasa atas hidup kita. Hanya Tuhan yang berkuasa atas hidup kita. Kalau kita meninggal, itu terjadi dalam kehendak Tuhan. Kalau Dia tidak menghendaki kena viruspun, kita tetap hidup. Banyak orang kena virus, namun tetap hidup.

7. Dalam soal sakit, kita percaya pada dokter, percaya pada Rumah Sakit. Namun, sebagai orang beriman, mengapa kita tidak percaya pada Tuhan? Mari, kita percaya pada Allah yang menentukan hidup kita. Percaya bahwa Allah akan menyembuhkan kita.


B. Tentang Komunikasi


1. Allah adalah komunikator yang baik. Kalau kita ingin menjadi komunikator yang baik kepada sesama kita secara horisontal, kita harus selalu mendekatkan diri pada Allah sang komunikator yang baik. 

2. Kata-kata yang dimiliki oleh orang-orang yang selalu berkomunikasi dengan Allah adalah kata-kata dari Allah itu sendiri. Allah menyimpannya dalam hati dan pikirannya. Dengan kata-kata itu, Allah memanggil orang tersebut menjadi lebih dekat dengan Allah.

3. Sebagai umat Allah, dalam berkomunikasi dengan sesama dengan bebas tanpa sekat kelas sosial, tanpa status sosial. Semua orang sama di hadapan Allah.

4. Allah sendiri yang akan menuntun kapan kita harus berkomunikasi dengan cara tertentu dengan orang yang berbeda usia dan berbeda peran dengan kita. 

Salam semoga bermanfaat.


TEAM BHSO KOCAR KACIR

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

Hidup Dalam Perspektif Allah

Cuplikan dari Buku Eksegese Orang Jalanan  Karya  Porat Antonius Minggu Hari Raya Pentakosta, Tahun A Sense of belonging merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia. Sense of belonging tidak sama dengan to have. Sense of belonging lebih dari to have. Memiliki sense of belonging ada kepenuhan yang berarti juga ada kepuasan. Sementara to have berhubungan dg memiliki tetapi belum mencapai kepenuhan apalagi kepuasan. Yang dipaparkan dalam ketiga bacaan minggu Pentakosta ini adalah gambaran tentang hidup dengan sense of belonging. Yaitu menggambarkan tawaran Allah untuk manusia. Allah menawarkan kepenuhan hidup kepada manusia. Allah juga menawarkan jalan menuju kepenuhan hidup itu yakni melalui beriman kepada Yesus, mendengarkan firman Nya dan melakukan kehendak Nya. Semua ini bukan untuk Yesus melainkan untuk manusia. Manusia lah yang mengalami kepenuhan. Dari sudut pandang ketiga bacaan, masalah yang ada pada manusia itu terletak pada hidup yang tidak berdasarkan...