Skip to main content

PILIHANMU HIDUPMU - OnTrip ElTari - 6 November 2025

 Energi, otak dan penginderaan yang sama dalam diri tidak selalu digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Dalam perjalanan dari TDM ke Bandara Opa terus memberi tips praktis memikat agar menggunakan potensi diri untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. 


 HASIL TERGANTUNG PILIHAN. 


Pilihan ada pada kita, menggunakan segala kemampuan diri untuk yang baik dan bermanfaat atau malah sebaliknya. Opa menemukan banyak sekali kemampuan diri yang tidak dimanfaatkan semestinya. Di tempat kerja misalnya, orang berjuang dengan segala upaya mencari celah melihat kelemahan orang lain. Kekurangan orang diperbesar, kelebihannya sendiri menyusut lalu berkoar-koar menceritakan keburukan orang dan akhirnya melupakan atau menghabiskan waktu, energi dan potensi diri. Padahal energi yang sama bisa dipakai untuk mencari celah positif dari sesama. Energi yang sama bisa kita gunakan untuk terus belajar hal baik dari sesama dan mempraktekanya. Mata, telinga dan segala energi yang sama kita gunakan, hasilnya tergantung pilihan kita. Semua tergantung kita, energi yang satu dan sama kita pakai untuk mencari celah negatif atau sebaliknya. Ketika yang dipilih negatif maka yang kita dapatkan juga yang hidup bernilai minus sedangkan jika yang kita pilih adalah yang positif maka kita memanen juga yang baik untuk hidup. Jika salah memilih cara yang benar maka masih baik jika hanya terbelah pikirannya akan lebih parah jika menuju miring pikirannya. Kondisi miring bisa tambah parah ketika melihat orang yang mempraktekan hal baik mulai memperlihatkan hasil baiknya. Stres menyaksikan hal ini akan memperparah kemiringan otaknya. Tangan yang sama bisa digunakan untuk terus bermain HP atau menanam, mata yang sama bisa digunakan untuk tanpa henti menonton konten di HP atau membaca buku. Mulut yang sama bisa digunakan untuk menceritakan keburukan orang atau mewartakan kebaikan sesama. Sekali lagi semua tergantung pilihanmu. Telinga yang sama mendengar cerita tentang tanaman yang unik dan menarik tetapi pilihan bisa berbeda membiarkannya atau mengupayakannya lalu menanam dan akhirnya bercerita banyak dari kisah tanam menanam. Opa terus mengajak kita agar memilih cara yang tepat untuk memanfaatkan berbagai potensi diri. Sebagaimana orang mengatakan mulutmu harimaumu demikanlah pilihanmu hidupmu. 

PORAT ANTONIUS


#TEAMBHSKOCARKACIRSKK byNiko Boleng.

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

Hidup Dalam Perspektif Allah

Cuplikan dari Buku Eksegese Orang Jalanan  Karya  Porat Antonius Minggu Hari Raya Pentakosta, Tahun A Sense of belonging merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia. Sense of belonging tidak sama dengan to have. Sense of belonging lebih dari to have. Memiliki sense of belonging ada kepenuhan yang berarti juga ada kepuasan. Sementara to have berhubungan dg memiliki tetapi belum mencapai kepenuhan apalagi kepuasan. Yang dipaparkan dalam ketiga bacaan minggu Pentakosta ini adalah gambaran tentang hidup dengan sense of belonging. Yaitu menggambarkan tawaran Allah untuk manusia. Allah menawarkan kepenuhan hidup kepada manusia. Allah juga menawarkan jalan menuju kepenuhan hidup itu yakni melalui beriman kepada Yesus, mendengarkan firman Nya dan melakukan kehendak Nya. Semua ini bukan untuk Yesus melainkan untuk manusia. Manusia lah yang mengalami kepenuhan. Dari sudut pandang ketiga bacaan, masalah yang ada pada manusia itu terletak pada hidup yang tidak berdasarkan...