Skip to main content

WIFE UNTUK LIFE - BHS TDM - 16 Okt 2025

 WIFE UNTUK LIFE

WO(MB)MAN KARENA MAN PLUS. 

Ma... Ma... Ma... Demikianlah panggilan yang menjadikan rumah bermakna rumah. Tanpa panggilan ini suasana  rumah terasa berbeda bahkan asing. Panggilan sederhana ini menegaskan penting dan vitalnya peran makhluk mulia yang bernama Perempuan. 

WIFE untuk LIFE dan WO(MB)MAN karena MAN PLUS.


Hidup benar-benar hidup karena vitalnya peran perempuan. Tugas mulia meRAHIMi kehidupan menjadikan perempuan berpartisipasi secara biologis dari Kerahiman Allah. Partisipasi kerahiman secara biologis sekurang-kurangnya tiga tahun pertama kehidupan. Tahun-tahun awal perempuan menanam kerahiman, memupuk dalam kasih sayang dan terus menumbuhkan kerahiman sepanjang hidup. Tidaklah mengherankan maka sebagai istri bernama WIFE karena darinya LIFE atau kehidupan rumah tangga bernilai kerahiman. Karenanya perempuan bernilai lebih dari MAN sebagai Man plus Womb yang kita kenal sebagai WO(MB) MAN. Plusnya sungguh  vital karena berkaitan dengan unsur inti kehidupan yaitu WOMB alias rahim. Partisipasi biologis dari Allah sungguh nyata sampai Opa memberi pesan bahwa gerakan emansipasi berpotensi menjadi emansisapi jika mengabaikan kerahiman Allah. Sebagai Man Plus alias Wo(mb)man emansipasi bermakna lain di mana laki-lakilah yang seharusnya berjuang untuk kesetaraan gender bukan perempuan. Perempuan menjadi tempat belajar kerahiman, menjadi pusat semua kita menimba kerahiman. Emansipasi seharusnya dari pria ke perempuan terlebih dalam hal kerahiman. 

Mari komunitas Societas Configurationis Caritatis alias SKK menjadi pionir menempatkan perempuan sebagai pusat belajar kerahiman, sebagai sentra menghargai peran perempuan untuk kerahiman hidup yang lebih mulia.

PORAT ANTONIUS



TEAMBHSKOCARKACIRSKK.

Niko Boleng.

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

Hidup Dalam Perspektif Allah

Cuplikan dari Buku Eksegese Orang Jalanan  Karya  Porat Antonius Minggu Hari Raya Pentakosta, Tahun A Sense of belonging merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia. Sense of belonging tidak sama dengan to have. Sense of belonging lebih dari to have. Memiliki sense of belonging ada kepenuhan yang berarti juga ada kepuasan. Sementara to have berhubungan dg memiliki tetapi belum mencapai kepenuhan apalagi kepuasan. Yang dipaparkan dalam ketiga bacaan minggu Pentakosta ini adalah gambaran tentang hidup dengan sense of belonging. Yaitu menggambarkan tawaran Allah untuk manusia. Allah menawarkan kepenuhan hidup kepada manusia. Allah juga menawarkan jalan menuju kepenuhan hidup itu yakni melalui beriman kepada Yesus, mendengarkan firman Nya dan melakukan kehendak Nya. Semua ini bukan untuk Yesus melainkan untuk manusia. Manusia lah yang mengalami kepenuhan. Dari sudut pandang ketiga bacaan, masalah yang ada pada manusia itu terletak pada hidup yang tidak berdasarkan...