Skip to main content

IMAN DI ANTARA PERANG DAN MISI- Part 2 - BHS Bandung 19 Okt 2025


Adakah Ia menemukan Iman di dunia ini? Demikian pertanyaan yang sekaligus menjadi ayat penutup bacaan Injil hari ini dari Luk 18:1-8. Pertanyaan yang sama bisa kita tanyakan sekaligus menjadi refleksi diri, adakah Iman itu di hatimu, adakah Iman itu  dalam jantung kebersamaan kita. Yesus hanya bertanya tentang Iman, Ia tidak bertanya tentang perang, juga tidak bertanya tentang misi. Perang tidak perlu dipertanyakan karena perang selalu ada, demikian pun misi tidak menjadi pertanyaan karena misi tanpa Iman adalah mustahil. Pertanyaan tadi hendaklah menjadi pertanyaan kita setiap saat. Bertanya tentang apa itu Iman bisa saja membingungkan dan selalu menjadi perdebatan jika kita diskusikan. Yang sekarang diterima umum adalah kita memiliki (1) pengetahuan tentang Allah. Bahwa keselamatan itu datangnya dari Allah bahkan di bumi ciptaanNya yang selalu ada perangnya. Yang kita miliki berikutnya (2) adalah percaya. Kita percaya bahwa Allah menyelamatkan kita. Kita percaya bahwa kita akan mencapai misi hidup kita pada perang dalam kehidupan kita masing-masing. Itulah Iman, tetapi sejatinya iman tidaklah cukup sampai di situ. Nomor 1 dan 2 dari diskusi tentang Iman masih berkutat pada tataran pengetahuan. Hal ini tidaklah memadai. Kita seharusnya sampai pada hal penting berikut (3) bahwa Iman itu haruslah berbuah. Iman dikenal dari buah dan ekspresinya. Buah Iman yang terlihat nyata dari bacaan adalah (a) taat kepada pemimpin sebagaimana yang ditunjukkan Yosua yang taat kepada Musa; (b) bekerjasama saling membantu sebagaimana terlihat pada bacaan pertama; (c) terus berkomunikasi dengan Allah sebagaimana dicontohkan oleh si janda dalam bacaan Injil; itulah buah2 atau ekspresi sederhana dari Iman. Bacaan-bacaan yang ditampilkan hari ini menekankan secara khusus tentang Iman. Inilah kekuatan kita menghadapi perang di dunia ini yang tidak akan pernah berakhir. Perang perbedaan pendapat terjadi di mana-mana termasuk di rumah tangga masing-masing. Di mana pun kita berada selalu ada perang tentang apapun. Misi kita adalah bersandar pada kebenaran yang ditunjukkan oleh Yesus seperti dalam bacaan Injil. Kita berpijak pada kebenaran Yesus. Dengannya kita terus berjuang mengalahkan yang buruk atau yang tidak benar sampai memenangkan perang itu. Kemenangan seorang beriman berbeda dari kemenangan orang tidak beriman. Kemenangan orang beriman bukan berciri yang lain mati, dan kita hidup, bukan yang lain menangis dan kita bersorak-sorai. Kemenangan orang beriman pada perang dalam kehidupan ini adalah tertawa bersama, senyum bersama, makan bersama. Secara khusus Opa berterimakasih pada BHS Bandung bahwa selama 17 tahun telah merayakan kebersamaan sebagai orang beriman yang menang dalam perang kehidupan di sini. Iman itulah yang menaklukan segala bentuk perbedaan baik jabatan, warna kulit bahkan agama sekalipun. Mari terus bersandar pada kebenaran iman, tekun menghadapi berbagai perang kehidupan lainnya hingga akhirnya merayakan kemenangan bersama sesama. Salam Sukacita 😍

Porat Antonius



TEAMBHSKOCARKACIRSKK.

 👍❤😀

Niko Boleng.

Comments

Popular posts from this blog

SKK Infografis Aneka Pesan

BRAIN ROT DAN LIFE INTELLIGENCE - 10 januari 2026 - Kuliah Umum NMCC Kupang

Brain Rot   awalnya   merupakan sebuah istilah slang   yang   menggambarkan kerusakan   atau   pembusukan otak.   Dalam dunia slang   kondisi pembusukan otak dikaitkan   dengan   konsumsi konten receh berlebihan.   Dalam   kuliah umum bersama   para   biarawan Frater OMD, Frater OCD, Frater Projo Komunitas St. Mikael   dan   para guru MMS,   Opa memaparkan   Brain Rot   dengan   penyebab   dan   bagaimana cara mengatasinya.     Opa   memunculkan juga   beberapa istilah baru salah satunya   adalah   kecerdasan hidup   atau   life intelligence.   Berikut   beberapa hal pokok   yang   menjadi topik pembahasan   dan   diskusi interaktif   dalam   studium generale perdana di tahun 2026.     BRAIN ROT     Opa menganalogikan otak   dengan   tanah.   ...

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...