Skip to main content

Iman : Kekuatan Mengalahkan Dunia - Hari Raya Pesta Pembabtisan Tuhan - Tahun Liturgi B

 

Akhir-akhir ini rasa-rasanya beberapa kekuatan saling berebut tempat untuk berkuasa atas dunia atau atas manusia. Ada kekuatan yang disebut kekuatan gelap. Ada juga kekuatan yang berasal dari manusia sendiri yakni ilmu pengetahuan. Setiap kekuatan mencoba menyebarkan pengaruh negara dunia dan manusia menjadi bagian dari kekuatan masing-masing. Pada hari Minggu ini kitab suci mewartakan bahwa Allah adalah sumber kekuatan sejati yang melampaui kekuatan apapun. “Datanglah kepadaKu sendengkanlah telingamu dan dengarkanlah Aku maka kamu akan hidup. Yang dapat mengalahkan kegelapan dunia pada gilirannya hanyalah yang beriman atau mengasihi Kristus yang lahir dari Allah. Mengasihi Allah itu hanya dalam bentuk melakukan perintah perintahnya atau melakukan yang diajarkannya. Melakukan perintahnya itu adalah hidup beriman hidup yang mengalahkan dunia.

 

Firman Tuhan akan sungguh sebagai kekuatan untuk mengatasi kegelapan dunia atau mengalahkan dunia, orang beriman yang sudah dibaptis hadir sebagai contoh. Firman Tuhan itu nyata mengatasi masalah senyata turunnya hujan atau salju yang menyuburkan bumi yang pada gilirannya menumbuhkan makanan dan menghidupkan. Orang beriman diharapkan tampil sebagai contoh orang yang bertobat dan melakukan semua perintah Tuhan dalam hidup. Dengan demikian manusia akan hidup bersukacita - hidup dalam sukacita itulah harapan Tuhan dan pasti harapan manusia juga. Bertobatlah dan melakukan semua firman Tuhan dalam hidup maka Roh Kudus akan melayang-layang di kepala setiap orang beriman dan pada waktunya akan menjadi terang dalam hidup dan terang atas dunia. Lakukanlah sedikit demi sedikit dan buktikan sendiri dalam hidup sehari-hari.

 

 

 

Cuplikan dari Buku  Eksegese Orang Jalanan,  karya Porat Antonius 

Lebih lengkap lagi dapat dibaca di Buku Eksegese Orang Jalanan Tahun Liturgi B, Buku Jilid 1

 

_edian_

Comments

Popular posts from this blog

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...

TEMPUS ET SPATIUM ATAU SPACE AND TIME - BHS Klaten (Part 1) - 24 Mei 2025

Satu Kebenaran yang diakui dan diterima oleh semua pemikir dari dahulu kala adalah Tempus dan spatium. Kedua hal ini bahkan diterima sebagai Rahmat tertua dan karenanya diterima sebagai kebenaran tertua hingga sekarang. Spatium dan Tempus atau space and time adalah dasar dari segenap kebenaran lain karena seluruh peristiwa hidup yang lain terjadi di atas space and time. Dengan kata lain space dan time adalah fondasi seluruh kebenaran tentang manusia. Siapa yang menggunakan space dan time sesuai  dengan hakekatnya sebagai dasar maka dia hidup. Manusia sudah cukup berhasil menggunakan space. Dia membagi space sesuai fungsinya walaupun amburadul. Jika kita berhenti pada kelihaian membagi space maka kita baru masuk ke Sebagian kecil dari Rahmat. Rahmat yang terbesar ada pada time/tempus.  TEMPUS, NON SPATIUM, GRATIA EST.  Karena Rahmat terbesar ada pada tempus maka kita paham bahwa Tempus, non spatium, gratia est atau sering disingkat Tempus Gratia Est – Waktu adalah Rahmat. ...

Hidup Dalam Perspektif Allah

Cuplikan dari Buku Eksegese Orang Jalanan  Karya  Porat Antonius Minggu Hari Raya Pentakosta, Tahun A Sense of belonging merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia. Sense of belonging tidak sama dengan to have. Sense of belonging lebih dari to have. Memiliki sense of belonging ada kepenuhan yang berarti juga ada kepuasan. Sementara to have berhubungan dg memiliki tetapi belum mencapai kepenuhan apalagi kepuasan. Yang dipaparkan dalam ketiga bacaan minggu Pentakosta ini adalah gambaran tentang hidup dengan sense of belonging. Yaitu menggambarkan tawaran Allah untuk manusia. Allah menawarkan kepenuhan hidup kepada manusia. Allah juga menawarkan jalan menuju kepenuhan hidup itu yakni melalui beriman kepada Yesus, mendengarkan firman Nya dan melakukan kehendak Nya. Semua ini bukan untuk Yesus melainkan untuk manusia. Manusia lah yang mengalami kepenuhan. Dari sudut pandang ketiga bacaan, masalah yang ada pada manusia itu terletak pada hidup yang tidak berdasarkan...