Skip to main content

AP Sep8 17 Sirami yg gersang

via fb :
Mencoba bersahabat dengan alam gersang biar banyak orang tahu bahwa ada cinta Allah di balik alam gersang. Dengan mencintai alam dengan sungguh hati sama dengan  menarik cinta Allah yang mengalir melalui alam supaya yang tadinya menakutkan diubah menjadi sumber hidup.

Manusia juga demikian. hati sendiri pun hati orang lain yang gersang. Bersahabatlah dengan yang gersang itu dengan terus menyiramnya dengan kasih sukacita dan kesabaran. Di dalamnya masih ada kasih Tuhan yang akan kuncup dan bertumbuh setelah kegersangan yang menghalanginya berlalu. Buah kasih itu apakah dinikmati sendiri atau bersama orang lain atau hanya dinikmati orang lain bukan soal utama. Yang utama adalah kitalah yang tekun menyirami kegersangan itu agar kasih Tuhan mengalir dan bertumbuh. Itulah hidup yang berarti. Menghadirkan kasih Tuhan dengan mengubah kegersangan sebagai tempat bertumbuhnya kasih. Ketika gersangnya lewat, hanya cintalah yang ada. Itu yang sedang bertumbuh dalam gambaran dari bersahabat dengan alam yang kami lakukan selama ini.

Comments

Popular posts from this blog

SKK Infografis Aneka Pesan

BRAIN ROT DAN LIFE INTELLIGENCE - 10 januari 2026 - Kuliah Umum NMCC Kupang

Brain Rot   awalnya   merupakan sebuah istilah slang   yang   menggambarkan kerusakan   atau   pembusukan otak.   Dalam dunia slang   kondisi pembusukan otak dikaitkan   dengan   konsumsi konten receh berlebihan.   Dalam   kuliah umum bersama   para   biarawan Frater OMD, Frater OCD, Frater Projo Komunitas St. Mikael   dan   para guru MMS,   Opa memaparkan   Brain Rot   dengan   penyebab   dan   bagaimana cara mengatasinya.     Opa   memunculkan juga   beberapa istilah baru salah satunya   adalah   kecerdasan hidup   atau   life intelligence.   Berikut   beberapa hal pokok   yang   menjadi topik pembahasan   dan   diskusi interaktif   dalam   studium generale perdana di tahun 2026.     BRAIN ROT     Opa menganalogikan otak   dengan   tanah.   ...

DAMAI itu DAM – AI (I in English) - BHS Klaten (Part2) - 25 Mei 2025

Apakah Damai ada padamu? Pertanyaan renungan Opa mengawali aktivitas ngopi pagi di BHS SKK Klaten. Pertanyaan ini memperlihatkan pentingnya damai yang pasti sudah sangat sering didengar baik dari mimbar agama maupun mimbar kehidupan lainnya. Damai memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup kita baik sebagai pribadi dalam keluarga, komunitas keagamaan maupun komunitas social dan komunitas kategorial lainnya. Kali ini Opa menjelaskan damai dari dan dalam ritus agama dan terlebih pada ritus kehidupan.  DAMAI DALAM RITUS HIDUP. Ritus keagamaan bagi banyak dari kita sudah dilakukan secara sungguh-sungguh. Meskipun demikian ritus agama terbatas. Ritus yang tidak terbatas justru ada dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sendirian pun ritus hidup tetap berlangsung.  RITUS DAMAI DALAM BERPIKIR. Ketika berpikir ritus hidup tetap terjadi, saat itu kita bisa memandang ke dalam diri , apakah dalam berpikir damai ada dalam pikiranmu. Kalau pikiranmu berisi kecemasan maka kedamaian tida...